Profil Luke Thomas Mahony, Dirut Baru PT Danantara Sumberdaya

Profil Luke Thomas Mahony, Dirut Baru PT Danantara Sumberdaya
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). (Foto: NET)

JAKARTA - Jajaran pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi diperkenalkan oleh Danantara Indonesia. Luke Thomas Mahony didaulat sebagai Direktur Utama untuk memimpin perusahaan yang mengelola regulasi ekspor strategis nasional tersebut.

Pada fase awal, DSI memfokuskan kinerjanya pada tiga komoditas utama bangsa, yakni batu bara, minyak sawit mentah (CPO), serta ferroalloy. Total nilai transaksinya diproyeksikan mencapai kurang lebih US$70 miliar atau setara dengan Rp1.241,7 triliun, dengan asumsi nilai tukar Rp17.737 per dolar AS. 

Rinciannya meliputi nilai ekspor batu bara sekitar US$30,35 miliar, CPO sebesar US$22,87 miliar, serta ferroalloy sejumlah US$16,43 miliar.

Thomas memastikan bahwa kehadiran DSI tidak akan mengusik kontrak ekspor yang telah berjalan. Ia memaparkan bahwa operasional awal DSI akan berkonsentrasi pada pengawasan tata kelola ekspor yang sedang berjalan hingga penghujung tahun mendatang.

"Hubungan komersial yang sudah ada akan tetap berlanjut di ketiga komoditas yang kami tangani, yaitu batu bara, kelapa sawit [CPO], dan ferroalloy," ujarnya dalam seremoni peluncuran DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Profil Luke Thomas Mahony

Rekam jejak Thomas di kancah pertambangan global terbilang panjang, terkhusus pada ranah komoditas batu bara dan logam dasar. Sebelum berlabuh di Danantara, ia pernah memegang posisi penting di PT Vale Indonesia Tbk serta grup pertambangan multinasional Vale dan BHP Billiton. 

Warga negara Australia tersebut tercatat melepaskan jabatannya sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer di Vale Indonesia pada 25 Juli 2025.

Selain itu, Thomas mempunyai fondasi akademik yang kokoh di bidang teknik pertambangan serta keuangan. Berdasarkan rekam jejak profesionalnya, seluruh pendidikan tinggi diselesaikannya di University of New South Wales (UNSW), Australia, dengan perolehan gelar sarjana Teknik Pertambangan pada tahun 2002.

Selepas itu, Thomas merampungkan tiga jenjang magister di almamater yang sama, masing-masing pada bidang Keuangan tahun 2004, Teknik Pertambangan tahun 2006, serta Geomekanika tahun 2009.

Perjalanan karier profesional Thomas berawal sebagai Shift Engineer di Baulderstone Hornibrook pada kurun 2003–2004. Berikutnya, ia bergabung bersama Xstrata Coal sebagai Business Development Analyst merangkap Mining Engineer dari April 2004 sampai Juni 2005.

Kariernya kemudian menanjak di BHP Billiton. Di korporasi tambang lintas negara tersebut, Thomas mengisi berbagai posisi teknis serta strategis, mulai dari Geotechnical/Mining Engineer, Longwall Projects Coordinator, Superintendent Prestrip, hingga Principal Business Analyst dan Manager Reporting.

Ia sempat pula memegang amanah sebagai Manager Production Projects serta Manager Production Prestrip sebelum akhirnya bergabung dengan pihak Vale pada 2014. Di sana, Thomas menduduki ragam posisi global yang berkaitan dengan ekspansi sumber daya tambang, inovasi teknologi, hingga rekayasa geoteknik.

Dirinya pernah mengemban tugas sebagai General Manager Resource Development & Long Term Planning, Technical Executive-Global Coal Business, sampai Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology.

Thomas juga dipercaya memimpin posisi Global Head of Technology & Innovation Vale sebelum diangkat menjadi Chief Technical Officer dan berlanjut sebagai Director–Technical di Vale Base Metals.

Pengalaman panjangnya pada sektor hilirisasi serta inovasi teknologi tambang lantas membawanya menyeberak ke Indonesia. Pada Juli 2024, Thomas resmi bergabung dengan Vale Indonesia sebagai Chief Strategy and Technical Officer. 

Namun, masa pengabdiannya di emiten bersandi saham INCO tersebut terbilang singkat sebelum akhirnya memutuskan mundur pada pertengahan tahun 2025.

Lepas dari Vale Indonesia, ia bergabung dengan Danantara Indonesia dan mengemban tugas sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) Business Performance & Optimization sejak bulan September 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index