Pemesanan Bus dan Shuttle Tiketcom Naik karena Tren Liburan Singkat

Pemesanan Bus dan Shuttle Tiketcom Naik karena Tren Liburan Singkat
Pemesanan Bus dan Shuttle Tiketcom Naik karena Tren Liburan Singkat. (Foto: NET)

JAKARTA - Kebiasaan berwisata masyarakat memperlihatkan pergeseran sepanjang kuartal II-2026. Di samping memilih masa liburan yang lebih pendek, para pelancong pun kian mengandalkan moda darat sekaligus menjelajahi kawasan wisata yang menyediakan tarif lebih bersaing.

Layanan agen perjalanan berbasis internet atau online travel agent (OTA) Tiketcom melaporkan kenaikan reservasi sarana angkutan darat, utamanya bus & shuttle serta penyewaan mobil, selama periode kuartal II-2026. 

Public Relations Senior Manager Tiketcom, Sandra Darmosumarto menyatakan, lonjakan tersebut menggambarkan tingginya antusiasme publik terhadap perjalanan berjarak dekat sampai menengah atau short getaways.

Berdasarkan keterangan Sandra, publik saat ini semakin luwes dalam memilih sarana transportasi yang dianggap luwes, ekonomis, serta selaras dengan keperluan berpergian. 

"Kenyamanan armada serta efisiensi rute darat kini menjadi alternatif utama bagi para pelancong di tengah dinamika harga transportasi darat dan udara secara umum," jelasnya, Jumat (21/8/2026).

Seiring dengan arah tren tersebut, Tiketcom mendata rata-rata lama tinggal pelancong berkisar 1-2 malam saja pada kuartal II-2026. 

Masa rekreasi yang tergolong singkat ini turut memicu lonjakan pemesanan karcis rekreasi dan perjalanan wisata. Tiketcom mencatat pembelian tiket atraksi serta tur wisata melonjak 29% jika dibandingkan kuartal I-2026.

Malaysia dan China Tumbuh

Dari aspek tujuan, Tiketcom mengamati adanya pergeseran selera pelancong yang makin memperhitungkan nilai serta biaya tatkala menetapkan sasaran perjalanan.

"Berdasarkan data Tiketcom, di kuartal II-2026 ini Malaysia dan China menunjukan pertumbuhan transaksi di berbagai vertikal," ujar Sandra.

Sementara itu, perihal sasaran lokal, kecenderungan para pemakai Tiketcom turut memperlihatkan dinamika yang cukup tinggi sepanjang kuartal II-2026. Para pelancong mulai lebih giat menelusuri wilayah rekreasi yang tidak termasuk ke dalam golongan kawasan pelesir utama ataupun mainstream.

Sejumlah wilayah yang merebut sorotan itu di antaranya Singkawang, Lombok, Palembang, Bandar Lampung, Sukabumi, hingga Banyuwangi. Sandra memandang meningginya ketertarikan terhadap wilayah tersebut merupakan tanda bahwa pelancong mulai melirik kota-kota sekunder sebagai pilihan tempat berlibur.

Menurut dia, daerah yang mengandalkan keunggulan pada bidang tradisi, rekreasi alam, serta kuliner menjadi salah satu daya tarik yang memikat para pelancong. 

"Didukung oleh aksesibilitas transportasi yang semakin memadai, pergeseran ini menegaskan pesatnya pemerataan pertumbuhan pariwisata domestik di berbagai daerah," tandasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index