Emas Sentuh Rekor Tertinggi Mei 2026, Pasar Nantikan Sinyal The Fed

Emas Sentuh Rekor Tertinggi Mei 2026, Pasar Nantikan Sinyal The Fed
Emas. (Foto: NET)

JAKARTA - Nilai emas kembali mencatatkan penguatan dan menembus titik tertinggi sejak pertengahan Mei 2026. Lonjakan ini meneruskan tren positif yang dipicu oleh kebijakan mutakhir dari Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) serta makin tingginya fokus pelaku pasar terhadap arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed). 

Nilai tukar emas spot bertambah 0,6% ke posisi US$4.676,75 per ons troi pada Selasa (25/8) pukul 00.26 GMT, usai sempat mencetak level puncak tertingginya sejak 14 Mei. Di sisi lain, nilai kontrak berjangka emas AS mendaki 0,8% menjadi US$4.734,50 per ons troi.

Kenaikan harga emas kian kentara sejak minggu lalu usai Departemen Keuangan AS menyatakan bakal melipatgandakan volume program pembelian balik surat utang negara berjangka panjang. Kebijakan tersebut dipandang sebagai salah satu katalis utama di balik momentum reli harga emas.

Saat ini, fokus para investor berpindah pada data tingkat inflasi AS serta petunjuk kebijakan dari pihak The Fed. Angka Personal Consumption Expenditures (PCE), yang dikenal sebagai tolok ukur inflasi andalan The Fed, dijadwalkan terbit pada Rabu. 

Pasar pun menantikan pidato perdana Kepala The Fed Kevin Warsh di ajang simposium tahunan Jackson Hole minggu ini. Keterangan dari Warsh memegang peranan krusial karena para investor memburu petunjuk seputar lonjakan imbal hasil obligasi AS sekaligus memastikan kemandirian The Fed dari kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump.

"Reli emas masih memiliki ruang untuk berlanjut," kata Citi dalam pandangannya. Citi pada Senin menaikkan target harga emas untuk tiga bulan ke depan menjadi US$4.800 per ons troi dari proyeksi sebelumnya. Untuk horizon enam hingga 12 bulan, Citi tetap mempertahankan target US$5.000 per ons troi. 

Citi memperkirakan harga emas masih berpotensi mendapat dukungan dari penurunan ketegangan di Selat Hormuz, turunnya suku bunga riil, serta kebijakan The Fed yang lebih longgar. 

Pada waktu bersamaan, pihak AS memperluas pembatasan sanksi terhadap Iran yang diklaim bakal memotong aliran pendapatan perekonomian wilayah tersebut. 

Kendati demikian, kebijakan itu masih belum menyentuh level sanksi terberat dan condong berfungsi sebagai peringatan bagi komunitas global agar menghentikan segala transaksi komersial bersama Iran.

Sementara itu, sektor perdagangan emas fisik di Ghana menjumpai hambatan permodalan. GoldBod, selaku entitas pemasaran emas artisanal di Ghana, dikabarkan belum mencairkan dana bagi para penyetor emas hingga kurun waktu tiga pekan. 

Situasi tersebut memaksa sejumlah pelaku usaha menyetop kegiatan pembelian komoditas emas ataupun mencari pinjaman demi menjaga kelangsungan operasional mereka. 

Pada bursa komoditas logam mulia lain, nilai perak spot menanjak 0,5% ke angka US$69,29 per ons troi. Komoditas platinum menguat 0,3% menjadi US$1.880,78 per ons troi, sementara palladium mengalami kenaikan 0,2% di posisi US$1.359,14 per ons troi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index