IHSG Bangkit 20 Persen dari Titik Terendah, tapi Investor Asing Belum Percaya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:01:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Pasar modal Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup tajam. Namun, jika melihat posisi indeks secara tahunan, kondisinya masih memprihatinkan. IHSG berada di level 6.395 pada 19 Agustus 2026, atau masih anjlok 18,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, IHSG sempat jatuh sekitar 34 persen dari puncaknya di kisaran 9.100 pada Januari 2026 hingga menyentuh level 6.000-an. Kejatuhan tersebut menghapus kapitalisasi pasar hingga USD360 miliar.

Koreksi sedalam itu membuat pasar modal Indonesia kehilangan daya tarik di mata investor global. Meski pemulihan terbilang cepat, kepercayaan asing belum sepenuhnya kembali.

Kepercayaan Investor Jadi Pekerjaan Rumah Terbesar

Dalam riset outlook kuartal III-2026 bertajuk Recovery & Defensive Accumulation yang terbit pada 21 Agustus 2026, tim riset PT Sukadana Prima Sekuritas yang dipimpin Meilki Darmawan menyoroti satu hal: persoalan utama pasar bukan lagi sekadar pertumbuhan ekonomi.

Yang lebih mendesak adalah bagaimana memulihkan kepercayaan investor yang tergerus sepanjang tahun. Sentimen negatif yang menumpuk membuat investor asing cenderung menahan diri untuk kembali masuk ke pasar modal Indonesia.

Padahal, IHSG tercatat menjadi salah satu pasar dengan kinerja terbaik di Asia tahun ini, hanya di bawah Hang Seng. Kinerja impresif itu belum cukup untuk mengubah persepsi investor global terhadap risiko pasar Indonesia.

Apa yang Bisa Diperbaiki?

Pemulihan kepercayaan investor tidak bisa terjadi instan. Butuh konsistensi kebijakan dan stabilitas ekonomi yang terjaga agar investor asing mau kembali menanamkan modalnya di bursa saham Tanah Air.

Langkah defensif dengan akumulasi bertahap menjadi strategi yang disarankan di tengah ketidakpastian yang masih membayangi. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, terutama di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Pasar modal Indonesia kini berada di persimpangan: pemulihan teknis sudah terjadi, tapi pemulihan kepercayaan masih jauh panggang dari api. Tanpa kepercayaan investor, penguatan IHSG hanya akan menjadi kenikmatan sesaat tanpa fondasi yang kokoh. Semua mata kini tertuju pada bagaimana pemerintah dan regulator menjaga stabilitas ke depan.

Terkini