Program PERURI Asri Latih Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah

Program PERURI Asri Latih Ibu Rumah Tangga Kelola Sampah
PERURI melatih ibu rumah tangga untuk memanfaatkan sampah menjadi sumber penghasilan ekonomi di Rumah BUMN Karawang, Teluk Jambe Karawang, Jawa Barat [FOTO: NET].

JAKARTA - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) membekali pelatihan bagi para ibu rumah tangga guna mengolah limbah sampah agar bernilai sebagai sumber pemasukan ekonomi keluarga.

Program tersebut direalisasikan melalui inisiatif PERURI Asri (Aksi Sustainable untuk Resiliensi Indonesia) yang saat ini telah menginjak tahun kedua penyelenggaraannya.

“Melalui PERURI Asri, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai sebuah sumber daya yang dapat diolah secara kreatif,” kata Koordinator Corporate Communication & TJSL PERURI Yahdi Lil Ihsan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Pelatihan itu diikuti oleh 25 orang ibu rumah tangga yang telah tergabung ke dalam Kelompok Sadar Sampah PERURI (KSSP) serta 15 ibu rumah tangga lainnya di lingkungan sekitar.

Adapun pelaksanaan pelatihan diselenggarakan di Rumah BUMN Karawang, Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat.

Secara garis besar, PERURI Asri merupakan program yang dirancang untuk mendorong kesadaran, keterampilan, dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga, untuk menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomi.

Menurut Yahdi, pelatihan tahun ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi, berbeda dengan penyelenggaraan tahun pertama yang memusatkan perhatian pada hal mendasar, seperti cara memilah sampah rumah tangga dan pengelolaan sampah organik menggunakan metode Takakura.

Pelatihan kali ini mengajarkan ibu rumah tangga untuk mendaur ulang (recycle) sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali, atau bahkan menjadi produk turunan yang mampu menjadi sumber pemasukan tambahan bagi keluarga (circular economy).

“Pengalaman praktis langsung kami berikan melalui pelatihan pembuatan produk recycle berbahan dasar sampah rumah tangga. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Yahdi.

Selain peningkatan keterampilan daur ulang, tahun kedua ini juga dirancang untuk memperluas jangkauan manfaat program.

Para ibu rumah tangga yang telah menjadi anggota KSSP kini didorong untuk menjadi mentor bagi ibu-ibu lain di luar keanggotaan KSSP, sehingga tercipta ekosistem transfer pengetahuan yang mandiri di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, PERURI juga terus memberikan dukungan sarana dan prasarana kepada KSSP.

PERURI berharap kolaborasi bersama komunitas, pemerintah setempat, dan masyarakat luas ini dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri, serta memberikan manfaat nyata dari sisi lingkungan, sosial, maupun peningkatan ekonomi warga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index