Muktamar NU di Jombang Dikejar Waktu, Mekanisme Pilih Ketum Masih Dua Opsi

Muktamar NU di Jombang Dikejar Waktu, Mekanisme Pilih Ketum Masih Dua Opsi

LITERASIKEUANGAN.COM — Pembahasan mekanisme voting untuk memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi agenda paling krusial sebelum Muktamar ke-35 ditutup. Hingga Sabtu (29/8) malam, para muktamirin masih mematangkan dua opsi yang diajukan.

Gus Ipul memastikan pihaknya siap memfasilitasi apa pun keputusan peserta. "Belum tahu, nanti tergantung kesepakatan muktamirin aja. Kita panitia siap memfasilitasi, tapi pada dasarnya sampai detik ini masih tepat waktu," ujarnya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang.

Dua Skema Pemilihan yang Diperdebatkan

Opsi pertama mempertahankan pola Muktamar sebelumnya. Calon ketua umum hanya bisa diusulkan oleh Pengurus Cabang NU (PCNU), Pengurus Wilayah NU (PWNU), dan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU).

Opsi kedua menawarkan skema baru dengan melibatkan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Setiap cabang diminta mengusulkan lebih dari satu nama, lalu diperingkat berdasarkan perolehan suara. Setelah itu, baru dilakukan pemilihan anggota AHWA dan Rais Aam sebelum akhirnya memilih ketua umum.

Target Tuntas Besok Pagi

Gus Ipul optimistis rapat komisi bisa diselesaikan malam ini juga. Agenda dilanjutkan dengan sidang pleno berikutnya pada Minggu pagi untuk rekapitulasi, pembacaan hasil persidangan, dan pengesahan tata tertib.

"Kita targetkan besok udah selesai semua ya. Mudah-mudahan malam ini juga nanti udah bisa selesai pleno komisi ini, besok pagi dilanjutkan dengan pleno berikutnya," kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, proses penetapan AHWA masih bergantung pada kesepakatan para muktamirin di lapangan. Panitia hanya bertugas memfasilitasi jalannya sidang agar tetap kondusif hingga penutupan.

Muktamar ke-35 NU kali ini digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam forum ini akan menentukan arah organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk periode berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index