IHSG Melonjak 1,81% ke 6.521, Saham Tambang dan Energi Jadi Buruan Broker

IHSG Melonjak 1,81% ke 6.521, Saham Tambang dan Energi Jadi Buruan Broker

LITERASIKEUANGAN.COM — Pasar saham Indonesia kembali bergairah. Setelah sempat tertekan ke level 6.376 di awal perdagangan, IHSG berbalik arah dan menguat tajam hingga menutup sesi di titik puncaknya. Data bursa mencatat sebanyak 553 saham menghijau, sementara hanya 96 saham yang melemah—menunjukkan tekanan beli yang dominan.

Aktivitas transaksi pun berlangsung deras. Lebih dari 36,76 miliar saham berpindah tangan dalam 1,97 juta kali transaksi sepanjang hari. Nilai perdagangan yang mencapai Rp13,69 triliun mengindikasikan partisipasi investor institusi dan ritel yang tinggi.

Sektor Industri dan Konsumer Pimpin Penguatan

Penguatan IHSG kali ini tidak hanya ditopang oleh segelintir saham. Sektor perindustrian menjadi pendorong utama dengan kenaikan 3,94%, disusul konsumen nonprimer yang naik 3,79%, dan sektor kesehatan yang menguat 3,75%. Penyebaran kenaikan ini memberi sinyal bahwa optimisme pasar tengah merata.

Kondisi ini berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya yang didominasi pergerakan saham perbankan. Kini, investor mulai melirik saham-saham siklikal yang lebih sensitif terhadap prospek pemulihan ekonomi domestik.

Daftar Saham Rekomendasi Broker untuk Jumat (28/8/2026)

Momentum penguatan ini membuat sejumlah sekuritas memperbarui daftar saham pilihan mereka. Berikut rinciannya berdasarkan masing-masing broker:

BRI Danareksa Sekuritas menaruh perhatian pada EXCL, INET, dan HRUM. Sementara itu, BNI Sekuritas memasukkan KETR, PSAB, TOBA, DMAS, BIPI, dan KOTA ke dalam radar perdagangan.

Dari kelompok energi dan batu bara, Phillip Sekuritas memilih BUMI dan SLIS, sedangkan MNC Sekuritas menjagokan DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO. CGS International Sekuritas terlihat lebih konservatif dengan menaruh saham perbankan seperti BBRI dan BBNI, plus ISAT, AADI, ADMR, dan ARCI.

Phintraco Sekuritas juga memasukkan BMRI dan BBNI, ditambah INDY, CUAN, dan MBMA. Adapun Panin Sekuritas memilih PANI, EMTK, dan ERAA, sementara Mirae Asset Sekuritas menjagokan BKSL, DEWA, dan LSIP.

Euforia Pasar vs Risiko Volatilitas

Meski laju indeks mengesankan, investor tetap perlu waspada. Rekomendasi broker bukan jaminan harga akan terus naik—ia hanyalah bahan pertimbangan. Faktor momentum, valuasi, dan likuiditas tetap harus dihitung sebelum eksekusi pembelian.

Dengan IHSG yang berhasil menembus level penutupan tertinggi hariannya, perdagangan akhir pekan berpotensi berlangsung agresif. Namun, pola pergerakan yang naik tajam dalam satu sesi kerap diikuti koreksi teknikal. Investor ritel disarankan tidak mengejar harga yang sudah terlalu tinggi dan tetap memasang batas risiko.

Pasar saham Indonesia tengah menunjukkan kepercayaan diri, tetapi disiplin dalam mengelola posisi tetap menjadi kunci utama di tengah gejolak yang bisa datang sewaktu-waktu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index