Menkes Perkuat Alkes RSUD Embung Fatimah Batam

Menkes Perkuat Alkes RSUD Embung Fatimah Batam
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk terus melengkapi sarana dan prasarana RSUD Embung Fatimah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), guna memperkuat layanan kesehatan, khususnya penanganan Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa dukungan tersebut akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

“Nanti akan dikasih (peralatan kesehatan) karena sudah masuk juga proposal di Kemenkes. CT scan sudah masuk satu, nanti bertahap sampai tahun 2027-2028 akan masuk,” tutur Menkes Budi Gunadi di Batam, Jumat.

Setelah pemenuhan CT scan, lanjut Menkes, fasilitas berikutnya yang dinilai perlu untuk melengkapi dukungan penanganan stroke adalah cath lab.

“Sesudah punya CT scan, dia harus bisa punya cath lab. Mudah-mudahan itu bisa tetap terealisasi, sehingga teman-teman bisa melakukan layanan penanganan stroke ini dengan lebih baik,” ungkap Menkes.

Menkes Budi mengharapkan kelengkapan fasilitas medis itu mampu mendongkrak kapabilitas RSUD Embung Fatimah dalam menangani pasien secara mandiri, sehingga jumlah kasus yang memerlukan rujukan ke luar daerah dapat ditekan seminimal mungkin.

“Harapan saya kalau bisa 80-90 persen orang penanganan stroke berhenti di sini, ditangani dengan baik dan bisa pulang kembali,” jelas Menkes.

Di samping fokus pada penanganan stroke, penguatan layanan kesehatan ini juga diprioritaskan untuk mengantisipasi penyakit jantung dan kanker.

Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Embung Fatimah, Andi Nugraha Sendjaja, menjelaskan bahwa sekitar setengah dari total kebutuhan peralatan medis penunjang kemandirian layanan bedah saraf saat ini telah tersedia di fasilitas kesehatan tersebut.

“Sejauh ini rumah sakit kami sudah mendapatkan CT scan dan beberapa alat medis untuk operasi. Itu sekitar 50 persennya kami sudah ada,” ucapnya.

Berdasarkan pemaparan dokter Andi, salah satu instrumen krusial yang mendesak dibutuhkan adalah mikroskop khusus bedah.

“Tadi pak Menkes ada juga menawarkan alat endoskopi. Tapi untuk mikroskop ini tadi sudah deal, akan dibantu 100 persen dari kementerian,” terang Andi Nugraha.

Pihaknya menyambut antusias dukungan penuh tersebut lantaran kehadiran mikroskop beserta endoskopi dipastikan bakal mengoptimalkan kapasitas RSUD Embung Fatimah dalam menangani berbagai kasus bedah saraf secara komprehensif.

Sementara itu, Menkes Budi turut mengapresiasi kondisi fisik RSUD Embung Fatimah yang dinilainya sangat representatif, terutama dari aspek kebersihan, kerapian, hingga manajemen pengelolaan fasilitasnya.

“Bagus, bersih. Saya sudah lihat kota-kota lain, ini salah satu gedung RSUD kabupaten/kota yang paling bersih yang saya pernah lihat,” puji Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index