Maybank Indonesia Raup Laba Rp401 Miliar hingga Juli 2026

Maybank Indonesia Raup Laba Rp401 Miliar hingga Juli 2026
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk berupaya mempertahankan tren positif laju ekspansi kinerjanya pada awal paruh kedua tahun berjalan. 

Sampai dengan penutupan Juli 2026, lembaga perbankan yang tercatat dengan kode saham BNII tersebut berhasil membukukan laba bersih secara bank only senilai Rp 401,59 miliar. 

Bila dikomparasikan dengan rentang waktu yang serupa pada tahun sebelumnya, perolehan tersebut menunjukkan adanya koreksi sebesar 24,02% dari posisi awal senilai Rp 528,53 miliar.

Berdasarkan penelusuran pada catatan laporan keuangan bulanan yang diterbitkan melalui situs resmi perseroan, perolehan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) bank selama periode tersebut sesungguhnya masih terpelihara dengan baik, disertai torehan pertumbuhan positif mencapai 0,34% secara tahunan atau year-on-year (yoy) hingga menyentuh angka Rp 2,97 triliun.

Secara lebih rinci, meskipun pos pendapatan bunga yang diperoleh pihak bank mengalami penurunan sekitar 3,44% yoy menjadi Rp 5,88 triliun, komponen beban bunga yang harus ditanggung turut terpangkas turun hingga 7,03% yoy ke level Rp 2,9 triliun.

Sementara itu, meninjau dari komponen aktivitas operasional lain di luar perbankan inti, total beban pencadangan atau impairment yang dicatatkan pihak bank sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini juga menunjukkan tren penurunan sebesar 25,5% yoy menjadi Rp 249,87 miliar. 

Di samping itu, perolehan pendapatan dari pos komisi, provisi, serta fee dan administrasi Maybank Indonesia tercatat berhasil tumbuh positif sebesar 20,52% yoy hingga mencapai Rp 636,03 miliar.

Kendati demikian, dalam kurun waktu yang sama, bank turut membukukan kerugian yang berasal dari penurunan nilai wajar pada instrumen aset keuangan sejumlah Rp 51,23 miliar, yang mana kondisi tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan posisi keuntungan sebesar Rp 262,34 miliar yang diraih pada tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, tercatat pula kerugian dari pelepasan atau penjualan aset keuangan senilai Rp 11,99 miliar, sementara pada tahun lalu pos tersebut masih menyumbang keuntungan sebesar Rp 131,45 miliar. Akibat akumulasi faktor tersebut, total laba operasional bank mengalami penggerusan sebesar 21,47% yoy menjadi Rp 460,16 miliar.

Ditinjau dari sektor fungsi intermediasi keuangan, akumulasi total pembiayaan yang sukses disalurkan oleh Maybank Indonesia sepanjang periode berjalan ini berhasil mencapai angka Rp 112,07 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 4,87% yoy.

Secara terperinci, penyaluran kredit konvensional bank berhasil tumbuh sebesar 1,29% yoy menjadi Rp 79,15 triliun, sedangkan porsi pembiayaan yang dikelola melalui unit usaha syariah tercatat menanjak signifikan sebesar 14,6% yoy hingga membukukan nominal Rp 32,91 triliun.

Akibat ekspansi tersebut, keseluruhan total aset yang dimiliki bank pada periode ini sukses mencapai kisaran Rp 195,48 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 11,48% yoy. 

Di sisi lain, total himpunan dana pihak ketiga (DPK) Maybank Indonesia juga mencatatkan kenaikan sebesar 8,26% yoy menjadi Rp 129,73 triliun, yang kokoh ditopang oleh dominasi pertumbuhan dana murah.

Lebih mendalam, instrumen giro terpantau melonjak naik sebesar 26,42% yoy menjadi Rp 56,75 triliun, disusul oleh komponen tabungan yang tumbuh sebesar 7,31% yoy ke posisi Rp 24,77 triliun. Sebaliknya, instrumen deposito yang dikategorikan sebagai komponen dana mahal justru mengalami penyusutan nilai sebesar 7,04% yoy menjadi Rp 48,2 triliun.

Melalui pencapaian komposisi tersebut, rasio perbandingan antara pendanaan terhadap total penyaluran kredit atau loan to deposit ratio (LDR) milik bank berada pada level sehat di posisi 86,39%, yang tergolong jauh lebih longgar apabila dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya yang mencatatkan angka di level 89,18%.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index