APBI Minta Platform Ekspor DSI Diterapkan Bertahap

APBI Minta Platform Ekspor DSI Diterapkan Bertahap
Direktur Eksekutif APBI-ICMA Gita Mahyarani. (Foto: NET)

JAKARTA - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) mengusulkan agar penerapan platform tata kelola ekspor sumber daya alam milik PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dijalankan secara bertahap. Langkah ini dinilai krusial guna mencegah adanya gangguan terhadap kelancaran arus ekspor batu bara yang tengah berjalan.

Direktur Eksekutif APBI-ICMA Gita Mahyarani mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih membangun komunikasi intensif dengan pihak DSI. Diskusi tersebut bertujuan untuk mendalami mekanisme operasional platform yang dijadwalkan mulai meluncur pada 1 September 2026. 

"Prinsipnya, kami memahami tujuan DSI untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola ekspor," kata Gita, dikutip Kamis (27/8/2026).

Gita menekankan bahwa faktor efektivitas sistem memegang peranan krusial yang wajib dipastikan dalam penerapan platform tersebut. Kehadiran teknologi anyar ini semestinya mampu memperkuat aspek tata kelola tanpa sampai menghambat kelancaran operasional ekspor yang sudah eksis.

Lebih lanjut, APBI meminta DSI agar senantiasa menjaga komunikasi dua arah yang intensif bersama para pelaku usaha selama masa transisi implementasi. Pendekatan tersebut dipandang esensial supaya sistem yang dirancang selaras dengan karakteristik unik perdagangan batu bara yang dikenal memiliki tingkat kerumitan tinggi.

Aspek kompleksitas perdagangan komoditas ini mencakup berbagai elemen krusial, mulai dari spesifikasi kualitas, pola kontrak komersial, fluktuasi harga, hingga dinamika kondisi pasar global. 

"Sistem yang dibangun harus mempertimbangkan karakteristik perdagangan batu bara yang cukup kompleks, mulai dari kualitas, kontrak, harga, hingga kondisi pasar," ujarnya.

Gita menambahkan, eksistensi platform tersebut diharapkan mampu menjamin kepastian berusaha bagi para pemain di sektor industri terkait. Sistem tata kelola ekspor itu juga perlu difokuskan untuk menyederhanakan serta memperkuat proses yang telah mapan, alih-alih menambah beban kompleksitas bagi perusahaan-perusahaan batu bara.

Sebelumnya, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) telah mematok target peluncuran platform pengelolaan ekspor sumber daya alam (SDA) pada 1 September 2026. Sistem ini dirancang dengan mengintegrasikan basis data dari berbagai kementerian serta lembaga terkait.

Direktur Keuangan DSI Sinthya Roesly mengemukakan bahwa platform tersebut merupakan instrumen penting yang disiapkan perusahaan untuk menopang perannya dalam sektor ekspor SDA. 

Berdasarkan mandat perdana, PT DSI akan memegang kendali tata kelola ekspor atas tiga komoditas strategis nasional, yakni batu bara, kelapa sawit (CPO), serta paduan besi (ferro alloy).

Sinthya memaparkan bahwa platform digital itu nantinya difungsikan untuk menghimpun serta mengonsolidasikan beragam data ekspor penting, termasuk dokumen kontrak komersial langsung dari para pelaku eksportir. 

Saat ini, platform garapan DSI tersebut tengah berada dalam fase uji coba akhir menjelang peluncuran resminya pada awal bulan depan. 

"Pada 1 September kami bisa meluncurkan platform. Jadi sebenarnya bisa dikatakan DSI sudah operasional. Kemudian akan diperkuat dengan exporter portal," ujar Sinthya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index