LITERASIKEUANGAN.COM — Kabar itu pertama kali diungkap oleh Car News China yang menyebut Dreame tengah melikuidasi proyek bertajuk "Starry Sky". Divisi otomotif yang sempat mempekerjakan hingga 1.000 orang kini hanya menyisakan beberapa puluh karyawan untuk menyelesaikan administrasi penutupan.
Keputusan ini mengakhiri ambisi Dreame yang sempat mencuri perhatian dunia saat memperkenalkan Nebula Next 01 Jet Edition di ajang CES. Model tersebut menjanjikan teknologi baterai solid-state dengan kepadatan energi melebihi 450 Wh/kg—angka yang jauh melampaui baterai lithium-ion pada mobil produksi massal saat ini.
Spek Fantastis yang Gagal Wujud
Dreame mengklaim supercar listriknya akan dilengkapi sistem pendorong roket ganda berbahan bakar padat. Perpaduan motor listrik dan roket tersebut diklaim mampu melesatkan mobil dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam 0,9 detik—jauh lebih cepat dari hypercar listrik produksi mana pun seperti Rimac Nevera atau Tesla Roadster generasi baru.
Namun investigasi China Economy mengungkap fakta berbeda. Mobil yang dipajang di CES disebut-sebut hanya pajangan tanpa sasis fungsional dan harus digerakkan menggunakan remote control. Komponen "roket" yang terpasang bahkan dikabarkan dibeli dari perusahaan pembuat model di Shanghai, lalu dimodifikasi agar terlihat dramatis di depan kamera, bukan sebagai sistem propulsi yang benar-benar berfungsi.
Prioritas R&D Terabaikan
Menurut sumber internal Car News China, Dreame lebih fokus pada pemasaran dan penggalangan dana dibanding riset dan pengembangan sungguhan. Tim teknis yang seharusnya menggarap chassis, sistem kelistrikan, hingga baterai tidak pernah mendapat prioritas yang memadai.
CEO Dreame, Yu Hao, kini disebut akan memfokuskan perusahaan pada empat lini bisnis yang sudah mapan: vacuum cleaner, robotic lawnmower, sepeda listrik roda dua, dan bisnis robotika "Magic Atom". Langkah ini dinilai sebagai pengakuan diam-diam bahwa membangun mobil listrik membutuhkan kapabilitas manufaktur dan rekayasa yang jauh melampaui sekadar membuat klaim performa.
Pelajaran untuk Industri Otomotif
Kisah Dreame menjadi pengingat bahwa angka performa fantastis di atas kertas adalah bagian termudah dari pengembangan mobil. Mewujudkannya menjadi produk yang bisa dijual, dirawat, dan dijamin purna jualnya adalah tantangan yang jauh lebih berat—terutama bagi pendatang baru dari luar industri otomotif.
Fenomena ini sebenarnya tidak asing. Sebelum Dreame, sejumlah startup mobil listrik China lain juga sempat membuat gebrakan lewat klaim spektakuler namun gagal memproduksi kendaraan secara massal. Perbedaannya, Dreame setidaknya masih memiliki bisnis inti yang sehat untuk kembali dinaungi, sementara beberapa pesaingnya harus gulung tikar total.
Belum ada pernyataan resmi dari Dreame mengenai penutupan divisi otomotif ini. Namun jika laporan tersebut akurat, maka Nebula Next 01 Jet Edition akan tercatat sebagai salah satu proyek mobil konsep paling ambisius—dan paling jauh dari kenyataan—dalam sejarah otomotif modern.