LITERASIKEUANGAN.COM — Langkah ekspansi ini diumumkan setelah perseroan menerima surat persetujuan dari Menteri Hukum RI pada 24 Agustus 2026. Melalui anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), ARKO kini resmi menjadi pemilik dua fasilitas PLTS: satu di Bintan dengan kapasitas 10,27 MWp dan satu lagi di Batam berkapasitas 11,05 MWp.
Diversifikasi ke Sektor Surya
Akuisisi ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan perubahan arah bisnis perseroan. Sebelumnya, ARKO dikenal sebagai emiten yang fokus menggarap pembangkit listrik tenaga air. Dengan masuknya Endorshine ke dalam grup, perseroan kini memiliki portofolio energi yang lebih beragam.
"Langkah diversifikasi ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia," ujar Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko, dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Saham Endorshine dibeli dari pemegang saham sebelumnya, Yang Solar Solutions Pte Ltd. Seluruh syarat pendahuluan atau conditions precedent dalam transaksi telah terpenuhi, sehingga proses akuisisi dinyatakan selesai tanpa perlu langkah tambahan.
Dua PLTS yang Kini Jadi Milik ARKO
Dengan kepemilikan baru ini, ARKO mengoperasikan dua pembangkit surya yang lokasinya strategis di kawasan industri Kepulauan Riau. PLTS di Bintan dan Batam melayani kebutuhan listrik di dua pulau yang menjadi pusat manufaktur dan perdagangan tersebut.
Total kapasitas gabungan sebesar 21,3 MWp ini menempatkan ARKO sebagai pemain baru di segmen PLTS atap maupun ground-mounted, meski skalanya masih tergolong menengah jika dibandingkan pemain besar lain di industri surya nasional.
Arti Penting Akuisisi bagi Perjalanan Bisnis ARKO
Transaksi ini menandai babak baru bagi perseroan yang selama ini identik dengan energi air. Dengan dua sumber energi terbarukan yang berbeda, ARKO berharap bisa menawarkan solusi listrik yang lebih fleksibel kepada pelanggan industri.
Kawasan Batam dan Bintan sendiri merupakan wilayah dengan pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi, didorong aktivitas industri dan pariwisata. Kehadiran PLTS di dua lokasi ini memberi ARKO posisi tawar di pasar listrik hijau yang semakin diminati korporasi yang mengejar target netral karbon.
Meski nilai transaksi tidak diungkap secara rinci, penyelesaian akuisisi ini menjadi sinyal bahwa perseroan serius memperkuat porsi energi surya dalam bauran bisnisnya ke depan.