JAKARTA - Sektor pembiayaan tetap membukukan hasil menggembirakan berkaitan dengan perolehan laba. Otoritas Jasa Keuangan memaparkan, perolehan laba bersih sektor pembiayaan menggapai Rp 12,75 triliun per Juni 2026.
"Nilainya tumbuh 15,72%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (7/8).
Agusman menjelaskan kenaikan itu didorong lonjakan hasil pembiayaan, langkah penghematan operasional, serta pengaturan risiko yang senantiasa terkendali.
Kalau dicermati, kenaikan laba sektor per Juni 2026 mengalami lonjakan dibanding pencapaian bulan sebelumnya. Perlu diketahui, perolehan laba bersih sektor pembiayaan mencapai Rp 10,47 triliun per Mei 2026. Besarannya menanjak 13,25%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selanjutnya, OJK turut bersuara mengenai pengaruh dari adanya lonjakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang menggapai 100 basis poin belakangan ini dan sekarang berada di posisi 5,75%.
Agusman memaparkan kenaikan suku bunga acuan berisiko menekan keuntungan sektor, terutama pada pembiayaan dengan skema floating rate.
"Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat manajemen risiko, tata kelola, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun," ungkap Agusman.
Berkaitan dengan hasil sektor, OJK mencatat, akumulasi piutang pembiayaan korporasi pembiayaan menggapai Rp 511,26 triliun per Juni 2026, atau menanjak 1,88% secara tahunan atau Year on Year.
Sementara itu kadar Non Performing Financing gross korporasi pembiayaan per Juni 2026 senilai 3,01%, atau membaik dibanding posisi pada bulan sebelumnya yang senilai 3,06%.