Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini dan Rekomendasi Saham Unggulan Analis

Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini dan Rekomendasi Saham Unggulan Analis
Indeks Harga Saham Gabungan. (Foto: NET)

JAKARTA - Sejumlah pengamat memprediksi fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ini berpotensi menanjak serta memberikan saran saham andalan saat sesi transaksi, Jumat (7/8/2026).

Meninjau informasi Stockbit, IHSG berakhir melemah dalam aktivitas transaksi hari ini, Kamis (6/8/2026). Di tengah koreksi tersebut, indeks saham sektor energi menjadi bidang yang mencatatkan lonjakan tertinggi didukung pergerakan anggotanya seperti CUAN, DSSA, hingga PTRO.

IHSG merosot 0,12% atau 7,43 poin menuju posisi 6.343,71. Hari ini indeks gabungan berotasi pada kisaran 6.324,06 sampai 6.388,20.

Sebagian besar indeks sektoral pun berakhir melemah. Saham kelompok properti mengalami penurunan paling tajam yakni 0,70%, diikuti saham sektor kesehatan yang terpangkas 0,48%, saham sektor teknologi melemah 0,40%, saham sektor finansial turun 0,24%, dan sektor material dasar melemah 0,2%.

Sebaliknya, saham sektoral yang menanjak hari ini meliputi sektor energi yang melesat 1,43%, sektor industrial menguat 0,86%, sektor transportasi naik 0,59%, serta sektor konsumer siklikal ditutup menguat 0,12%.

Kenaikan saham sektor energi didorong laju PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang bertambah 6,67% ke Rp720, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 12,14% ke Rp970, serta saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang menguat 7,89% ke Rp5.125.

Tim analis MNC Sekuritas menyampaikan posisi IHSG diproyeksikan sedang berada di fase awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], kondisi itu mengindikasikan IHSG berpotensi menguat dengan sasaran 6.403-6.420. 

"Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.251-6.303," seperti dikutip dalam riset MNC Sekuritas, Jumat (7/8/2026).

Analis memperkirakan batas bawah IHSG berada pada area 6.201 dan 6.029, sementara batas atas di level 6.377 dan 6.454.

MNC Sekuritas menganjurkan agar para investor mempertimbangkan opsi pembelian saat melemah untuk PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT Petrosea Tbk. (PTRO), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), serta PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyatakan pengumuman kandidat Gubernur Bank Indonesia bakal menjadi salah satu pemicu utama bagi pasar karena dipandang menentukan arah kebijakan moneter serta ketahanan nilai tukar rupiah ke depan. 

"Pasar akan mencermati pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diputuskan pekan ini karena akan menjadi penentu arah kebijakan moneter dan stabilitas rupiah ke depan," ujar Reza dalam risetnya, Jumat (7/8/2026).

Selain itu, para pemodal juga menantikan sejumlah peluncuran statistik finansial domestik, yakni cadangan devisa Nusantara yang diestimasikan bertahan pada kisaran US$145,6 miliar serta Indeks Harga Properti yang diproyeksikan bertumbuh 0,8% secara tahunan.

Dari ranah global, fokus pasar tertuju pada publikasi neraca perdagangan Tiongkok yang diperkirakan membukukan surplus sekitar US$107 miliar. Keterangan tersebut dipandang menjadi tolok ukur krusial guna menilai kekuatan dinamika perniagaan serta permintaan internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index