Penjualan Naik, Laba Alfamart (AMRT) Tumbuh 7,5% Jadi Rp2 Triliun

Penjualan Naik, Laba Alfamart (AMRT) Tumbuh 7,5% Jadi Rp2 Triliun
Karyawan melayani pembeli di salah satu gerai minimarket Alfamart [FOTO: NET].

JAKARTA – Perusahaan pengelola jejaring minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mengantongi raihan kinerja yang solid selama rentang Januari—Juni 2026. Perolehan laba bersih yang sanggup dicatatkan perseroan melampaui Rp2,02 triliun pada periode tersebut.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan, AMRT mampu meraup angka penjualan senilai Rp67,95 triliun selama paruh pertama 2026. Pencapaian ini menandai pertumbuhan 6,49% secara year-on-year (YoY) jika dibandingkan dengan posisi Rp63,81 triliun pada kurun yang sama tahun 2025.

Penyumbang omzet terbesar bagi perseroan berasal dari wilayah penjualan luar Pulau Jawa yang menembus Rp27,52 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026. Menyulut di urutan berikutnya, perolehan di area Jawa mencatatkan Rp24,65 triliun dan kawasan Jabodetabek sebesar Rp17,43 triliun.

Seiring peningkatan arus pendapatan perseroan, AMRT turut mencatatkan beban pokok penjualan yang menggelembung 5,97% YoY dari Rp49,82 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp52,80 triliun selama kurun Januari—Juni 2026.

Selain itu, Alfamart mencatat beban penjualan dan distribusi yang ikut merambat naik tipis hingga menyentuh Rp11,91 triliun pada semester I/2026. Escalasi beban ini dipicu oleh pos gaji, upah, serta kesejahteraan karyawan yang membengkak menjadi Rp6,37 triliun dari semula Rp5,82 triliun pada periode setara tahun 2025.

Biarpun begitu, seusai dikurangi beragam beban operasional beserta kewajiban pajak, AMRT sanggup mengamankan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih yang melesat 7,50% YoY dari Rp1,88 triliun pada paruh pertama 2025 menjadi Rp2,02 triliun per Juni 2026.

Ditinjau dari posisi neraca keuangan, AMRT merekam akumulasi total aset mencapai Rp42,78 triliun per Juni 2026, terangkat dari posisi Rp42,57 triliun pada periode yang berakhir Desember 2025. Sementara itu, total liabilitas AMRT tercatat bertambah menjadi Rp23,63 triliun per Juni 2026, disertai posisi ekuitas yang mengalami penyusutan ke angka Rp19,15 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index