Bappenas Nyatakan Indonesia Punya Modal Kuat Untuk Kembangkan Ekosistem Tokenisasi Di Sektor Ekonomi Digital

Bappenas Nyatakan Indonesia Punya Modal Kuat Untuk Kembangkan Ekosistem Tokenisasi Di Sektor Ekonomi Digital
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy. (Foto: NET)

JAKARTA - Pejabat tinggi perencanaan pembangunan nasional mengemukakan bahwa tanah air mempunyai fondasi tangguh guna membangun jaringan tokenisasi.

“Tingginya penetrasi internet, pesatnya ekonomi digital, dan meningkatnya adopsi layanan keuangan digital menjadi fondasi bagi inovasi pembiayaan berbasis teknologi,” ucapnya dalam Forum for Discussion and Solution: Tokenisasi Real World Assets (RWA) untuk Akselerasi Ekonomi Digital dan Transformasi Digital, dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Pimpinan lembaga tersebut menekankan signifikansi pengembangan tokenisasi Real World Assets (RWA) atau aset riil sebagai solusi pendanaan demi mengakselerasi digitalisasi ekonomi, memperluas kesempatan penanaman modal, serta mengokohkan pendanaan pada bidang-bidang produktif.

Mengingat digitalisasi bertindak sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian negara demi menggapai target ekspansi menuju delapan persen pada tahun dua ribu dua puluh sembilan, ujar pejabat itu, maka sektor ekonomi berbasis digital memegang fungsi krusial lewat pemanfaatan teknologi rantai blok serta tokenisasi aset berwujud.

Lewat mekanisme tokenisasi, aset berwujud seperti gedung, barang dagangan, logam mulia, surat berharga, sampai sarana infrastruktur dinyatakan mampu direpresentasikan berbentuk kepingan digital sehingga dapat diperjualbelikan secara lebih efektif, menaikkan likuiditas kepemilikan, dan memperluas jangkauan investasi publik.

“Tokenisasi ini benar-benar akan mengubah tatanan ekonomi kami, tetapi dengan cara Indonesia. Berubah dengan pikiran-pikiran kami, dan berubah untuk memakmurkan kami,” kata Kepala Bappenas.

Kendati demikian, sang pimpinan menggarisbawahi bahwa pertumbuhan tokenisasi RWA wajib diiringi sistem pengelolaan yang menyeluruh.

Berbagai hambatan masih harus diselesaikan, mulai dari pemantapan manajemen aset pendukung, kesiapan sarana prasarana serta ekosistem digital, pengamanan hak konsumen, sampai penyelarasan aturan serta sinkronisasi antarinstitusi, sehingga dibutuhkan penguatan agar terobosan ini bertumbuh secara aman, kredibel, dan berkesinambungan.

Ia menerangkan, pihak istana mengarahkan tokenisasi RWA lewat tiga pilar kebijakan pokok, yakni memperluas penerapan kasus penggunaan pada berbagai bidang strategis, memperkokoh landasan hukum beserta tata kelola, serta merapatkan kerja sama antarpemerintah, pengawas, pelaku usaha, kaum terpelajar, dan perkumpulan dalam membangun ekosistem tokenisasi nasional.

"Kami berharap hari ini kami berhasil menghasilkan solusi yang lebih konkret lagi. Yang paling penting, teknologi ini kelak akan membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk petani, nelayan, dan peternak, serta masyarakat Indonesia yang selama ini belum terjangkau oleh sistem ekonomi dunia maupun sistem ekonomi nasional kami," ungkap Menteri PPN.

Pada momen serupa, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital kementerian terkait menyampaikan bahwa institusinya menjalankan beragam riset serta musyawarah bersama regulator, pelaku bisnis, asosiasi, akademisi, serta mitra pembangunan guna memetakan daya dukung tokenisasi pada sejumlah bidang unggulan, meliputi layanan keuangan, agrikultur, pariwisata, industri kreatif, serta sektor produktif lain.

“Indonesia telah memiliki modal awal melalui berbagai inisiatif regulatory sandbox, tetapi implementasi tokenisasi masih membutuhkan penguatan tata kelola, harmonisasi regulasi, dan kesiapan ekosistem agar dapat berkembang secara optimal,” ujar Vivi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index