JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan negara terus mendorong penguatan perdagangan bilateral Indonesia dan Thailand melalui perluasan akses pasar, diversifikasi ekspor, serta peningkatan kolaborasi antarpelaku usaha kedua negara.
Dalam keterangan di Jakarta, Rabu, ia mengutarakan pemerintah saat ini menjalankan kebijakan perdagangan yang berfokus pada diversifikasi pasar ekspor dan perluasan akses pasar lewat pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan bilateral maupun regional.
Selain membuka pasar baru, pemerintah juga terus menaikkan daya saing pelaku usaha nasional, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah, agar mampu memanfaatkan peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Thailand.
"Untuk mendukung strategi ini, Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kami, terutama UMKM. Kami juga akan memperkuat integrasi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, ke rantai nilai global," kata Budi.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mendongkrak nilai perdagangan kedua negara yang pada 2025 telah menyentuh 17,7 miliar dolar AS.
Budi mengemukakan Indonesia dan Thailand merupakan dua mitra ekonomi utama di ASEAN yang mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Oleh karena itu, penguatan hubungan dagang kedua negara perlu terus dioptimalkan melalui kerja sama yang lebih erat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi dinamika geopolitik, penyesuaian rantai pasok, tantangan perubahan iklim, serta transformasi teknologi, Budi menilai Indonesia tetap mempunyai prospek ekonomi yang kuat berkat besarnya pasar domestik, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam.
Pemerintah, lanjutnya, juga berkomitmen memperkuat hilirisasi industri, ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, dan perluasan pasar global guna menaikkan daya saing Indonesia.
"Berbagai potensi ini mampu memposisikan Indonesia sebagai hub produksi, investasi, dan ekspor yang strategis," ujarnya.
Budi menambahkan, integrasi ekonomi ASEAN yang semakin erat menjadi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan.
Sebagai dua ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia dan Thailand dinilai mempunyai peluang sekaligus tanggung jawab untuk memimpin penguatan kerja sama ekonomi regional.