JAKARTA — Emiten pertambangan mineral grup Bakrie serta Salim, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melaporkan penurunan laba bersih sejumlah 43,75% secara tahunan sepanjang semester I/2026.
Merujuk laporan keuangan perseroan, BRMS mengamankan laba bersih yang bisa diatribusikan bagi pemilik entitas induk senilai US$12,92 juta atau setara Rp231,32 miliar (kurs JISDOR per 30 Juni 2026 seharga Rp17,899 per dolar AS).
Pencapaian tersebut melemah apabila disandingkan dengan perolehan pada rentang waktu yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY) yakni US$22,97 juta. Penurunan bottom line perseroan digerakkan oleh koreksi pada pos pendapatan.
BRMS membukukan penjualan senilai US$95,79 juta atau setara dengan Rp1,71 triliun pada paruh pertama 2026. Penjualan ini mengalami koreksi sebesar 20,73% apabila dikomparasikan dengan US$120,84 juta pada semester I/2025.
Di tengah penurunan top line, beban pokok penjualan BRMS tercatat membaik 16,94% YoY menjadi US$40,39 juta dari sebelumnya US$48,63 juta. Kendati demikian, laba kotor perseroan tetap terkoreksi 23,29% YoY menjadi US$55,39 juta.
Sementara itu, posisi neraca perseroan memperlihatkan peningkatan. Posisi kas serta bank akhir periode BRMS membukukan kenaikan senilai 21,09% YoY atau dari posisi US$26,53 juta menjadi US$32,13 juta per 30 Juni 2026. Total aset BRMS turut menanjak 7,82% year to date (YtD) dari US$1,31 miliar pada akhir Desember 2025 menjadi 1,41 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun ini.
Secara terperinci, total liabilitas perseroan naik 36,98% YtD menjadi US$364,37 juta apabila dikomparasikan posisi akhir Desember 2025 yakni US$266,01 juta. Di sisi lain, total ekuitas perseroan tumbuh tipis 0,39% YtD menjadi US$1,04 miliar.