Energi

Djoko Siswanto: Sumur PGD-INF1 Pertamina EP Subang Catatkan Hasil Produksi Luar Biasa

Djoko Siswanto: Sumur PGD-INF1 Pertamina EP Subang Catatkan Hasil Produksi Luar Biasa
Djoko Siswanto: Sumur PGD-INF1 Pertamina EP Subang Catatkan Hasil Produksi Luar Biasa

JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan kabar menggembirakan terkait pencapaian produksi sumur PGD-INF1 yang berlokasi di Struktur Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sumur yang dioperasikan oleh PT Pertamina EP Asset 3 Field Subang ini berhasil mencatatkan hasil produksi yang signifikan, menandai keberhasilan strategi nasional dalam mengoptimalkan lapangan-lapangan migas tua.

 

Keberhasilan Produksi Sumur PGD-INF1
 

Pada uji produksi yang dilakukan pada sumur PGD-INF1, tercatat hasil sebagai berikut:

Gross Production: 1.038 barel per hari (BLPD)

Net Production: 1.628 barel minyak per hari (BOPD)

Water Cut (KA): 3%

Gas Production: 2,4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD)

Djoko Siswanto menyatakan, "Alhamdulillah, kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim dengan semangat new mindset kembali membuahkan hasil manis. Struktur Pagaden yang dioperasikan oleh Pertamina EP, Asset 3, Field Subang, yang selama ini dikenal sebagai lapangan/struktur tua, kini menunjukkan potensi signifikan dari target yang lebih dalam."

 

Strategi Nasional dalam Mengoptimalkan Lapangan Migas Tua
 

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari implementasi strategi nasional yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lapangan-lapangan migas tua. Djoko Siswanto menambahkan, "Ini adalah bukti bahwa strategi nasional untuk mengoptimalkan lapangan/struktur tua bukan sekadar wacana, melainkan mulai membuahkan hasil nyata." 

Dalam upaya mendukung pencapaian tersebut, SKK Migas telah membentuk Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi yang dipimpin oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Djoko Siswanto mengungkapkan, "Dengan dibentuknya Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi yang Pak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pimpin, maka kami jadi berani dan semangat untuk melakukan persiapan pengeboran sambil menunggu terbitnya perijinan pembebasan lahan dll, Alhamdulillah membuahkan hasil, Aamiin YRA."
 

Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi dalam Industri Hulu Migas
 

Djoko Siswanto juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mencapai keberhasilan di sektor hulu migas. "Kami berharap ini menjadi pelecut semangat untuk bisa mengoptimalkan potensi lapangan/struktur tua melalui pendekatan baru," ujarnya. 

Selain itu, Djoko Siswanto mengingatkan pentingnya adopsi inisiatif dan terobosan baru dalam cara bekerja untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. "Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, sehingga target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional," tambahnya. 
 

Prospek Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi
 

Keberhasilan sumur PGD-INF1 menjadi harapan baru bagi industri hulu migas Indonesia, khususnya dalam mengoptimalkan potensi lapangan-lapangan migas tua. Namun, tantangan seperti perizinan, pembebasan lahan, dan koordinasi antar instansi masih menjadi hambatan yang perlu diatasi.

Djoko Siswanto mengungkapkan, "Dengan semangat dan komitmen bersama, kami yakin tantangan tersebut dapat dihadapi dan diatasi untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan produksi migas nasional."

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index