Penjualan Sepeda Motor

Penjualan Sepeda Motor Indonesia Tunjukkan Lonjakan Awal Tahun 2026

Penjualan Sepeda Motor Indonesia Tunjukkan Lonjakan Awal Tahun 2026
Penjualan Sepeda Motor Indonesia Tunjukkan Lonjakan Awal Tahun 2026

JAKARTA - Awal tahun 2026 menunjukkan hasil yang menggembirakan bagi industri sepeda motor di Indonesia. 

Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan kendaraan roda dua domestik pada Januari 2026 mencatatkan kenaikan signifikan, baik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun tahun lalu. 

Penjualan sepeda motor domestik pada Januari 2026 mencapai 577.763 unit, mengalami kenaikan 3,1% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat 560.301 unit.

Peningkatan Penjualan Bulanan yang Signifikan

Dibandingkan dengan bulan Desember 2025, penjualan sepeda motor domestik pada Januari 2026 mencatatkan peningkatan yang lebih besar, yakni sebesar 25,1%. Hal ini menunjukkan antusiasme pasar yang cukup tinggi terhadap kendaraan roda dua di awal tahun. 

Pencapaian tersebut menjadi indikator positif meskipun sektor otomotif, khususnya sepeda motor, menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang terus berubah.

Secara keseluruhan, kinerja penjualan sepeda motor di pasar domestik pada Januari 2026 mengalami lonjakan yang menggembirakan, terutama dalam hal volume penjualan. 

Kenaikan ini menjadi titik terang bagi para produsen dan pelaku industri, yang terus berusaha meningkatkan daya tarik pasar melalui berbagai inovasi produk dan program pemasaran.

Kinerja Ekspor Sepeda Motor yang Meningkat

Tak hanya pasar domestik yang menunjukkan perkembangan, kinerja ekspor sepeda motor Indonesia juga mengalami peningkatan yang signifikan. 

Pada Januari 2026, ekspor sepeda motor dalam bentuk completely built up (CBU) tercatat mencapai 52.924 unit, yang menunjukkan kenaikan sebesar 27,4% dibandingkan Desember 2025 yang hanya tercatat 41.541 unit. Pencapaian ekspor ini juga lebih tinggi 29,5% dibandingkan Januari 2025, yang hanya tercatat 40.878 unit.

Ekspor sepeda motor dalam bentuk CBU ini menunjukkan bahwa produk sepeda motor Indonesia semakin diminati di pasar internasional. 

Meningkatnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor menjadi peluang bagi industri sepeda motor Indonesia untuk memperluas jangkauan pasar global, sekaligus menambah pendapatan sektor industri otomotif.

Stabilitas Ekspor CKD dan Tantangan Global

Di sisi lain, ekspor sepeda motor dalam bentuk completely knocked down (CKD) mengalami sedikit penurunan sebesar 0,1%, yakni tercatat 673.703 unit pada Januari 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 674.701 unit. 

Namun, jika dibandingkan dengan Desember 2025, ekspor CKD mengalami peningkatan sebesar 21,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan kecil secara tahunan, ekspor CKD masih dapat tumbuh pesat dalam jangka pendek, berkat pertumbuhan pasar ekspor yang konsisten.

Meskipun ada sedikit fluktuasi dalam angka ekspor CKD, secara keseluruhan industri sepeda motor Indonesia menunjukkan daya tahan yang cukup baik terhadap tantangan yang ada. 

Sektor ini terus berupaya untuk memperbaiki kualitas dan daya saing produknya di pasar global, meskipun kondisi ekonomi internasional yang tidak menentu dapat berpengaruh terhadap perkembangan sektor ini.

Proyeksi Stabilitas Pasar Motor Domestik di 2026

Menurut Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, pasar sepeda motor domestik Indonesia diprediksi akan tetap stabil di tahun 2026, dengan target penjualan sekitar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. 

Meskipun ada beberapa tantangan yang mungkin terjadi, termasuk kondisi ekonomi yang tidak menentu dan kenaikan pajak daerah, pasar sepeda motor di Indonesia tetap memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar.

Namun, Sigit juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri dalam menciptakan kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat. 

Salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah pemberlakuan pajak tambahan atau opsen yang diterapkan oleh beberapa pemerintah daerah, yang berpotensi menambah beban konsumen. 

Ia berharap bahwa meskipun ada kenaikan pajak, pemerintah daerah juga dapat memberikan insentif seperti penurunan pajak kendaraan, yang bisa membantu menjaga stabilitas permintaan di pasar domestik.

Dukungan Pembiayaan dan Sektor Ekonomi yang Kuat

Dukungan dari lembaga pembiayaan yang kuat menjadi faktor kunci dalam mempercepat penjualan sepeda motor di pasar domestik. Salah satu pendorong utama penjualan adalah program pembiayaan yang memudahkan konsumen dalam memiliki kendaraan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. 

Selain itu, kondisi ekonomi yang lebih baik dan stabilitas daya beli masyarakat juga akan berperan besar dalam mendorong peningkatan penjualan sepeda motor di tahun 2026.

Sektor otomotif, khususnya sepeda motor, memiliki potensi yang besar untuk tumbuh meskipun menghadapi berbagai tantangan.

 Dengan meningkatnya permintaan baik di pasar domestik maupun ekspor, industri sepeda motor di Indonesia siap untuk terus berinovasi dan berkembang, sekaligus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang

Industri sepeda motor Indonesia memasuki tahun 2026 dengan optimisme yang cukup tinggi. Peningkatan penjualan domestik dan ekspor menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki daya tarik yang besar di pasar lokal dan global. 

Meskipun tantangan-tantangan seperti kenaikan pajak daerah dan ketidakpastian ekonomi global masih ada, prospek jangka panjang untuk industri sepeda motor di Indonesia tetap cerah. 

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan, pasar sepeda motor Indonesia diprediksi akan terus berkembang dengan stabil di tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index