KEMENAG

Kakanwil Kemenag Gorontalo Tekankan Kinerja Berdampak ASN Bone Bolango

Kakanwil Kemenag Gorontalo Tekankan Kinerja Berdampak ASN Bone Bolango
Kakanwil Kemenag Gorontalo Tekankan Kinerja Berdampak ASN Bone Bolango

JAKARTA - Integritas dan profesionalisme birokrasi kini ditantang untuk melampaui tumpukan laporan di atas meja kerja. Komitmen ini menjadi benang merah dalam pertemuan strategis yang melibatkan jajaran abdi negara di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Kaswad Sartono, memberikan pembinaan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango, Kamis 5 Februari 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen peningkatan kinerja ASN.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Bolango, Alwin Rans Toma, para pejabat struktural dan fungsional, kepala KUA, kepala madrasah, penyuluh agama, penghulu, serta seluruh ASN di lingkungan Kemenag Bone Bolango. Momentum ini bukan sekadar rutinitas awal tahun, melainkan sebuah ikrar untuk mengonversi target-target tertulis menjadi manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh denyut nadi kehidupan masyarakat.

Melampaui Administrasi: Mengukur Indikator Kinerja Lewat Manfaat Umat

Dalam arahannya, Kakanwil mengingatkan bahwa birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang solutif terhadap persoalan rakyat. Dalam pembinaannya, Kaswad Sartono menekankan pentingnya kinerja ASN yang berdampak langsung kepada masyarakat dan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi semata. Ia menegaskan bahwa indikator kinerja ASN Kemenag harus mampu diukur dari manfaat nyata yang dirasakan umat.

Transformasi pola pikir ini menuntut ASN untuk tidak lagi terjebak dalam formalitas pelaporan yang bersifat semu. Ia mencontohkan tugas penyuluh agama yang tidak cukup hanya dilaporkan secara administratif, tetapi harus terlihat dari intensitas pembinaan majelis taklim, pendampingan umat, serta peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat. “Saya membedah indikator kinerja itu sampai detail, karena Pakta Integritas bukan formalitas, tetapi kontrak kinerja ASN selama satu tahun,” ujarnya.

Panggilan Jiwa dan Profesionalisme: Pilar SDM Unggul Kemenag

Selain soal teknis pekerjaan, pembangunan karakter menjadi poin krusial dalam mencetak pelayan publik yang berintegritas. Kakanwil menyoroti pentingnya membangun sumber daya manusia unggul di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, profesionalisme ASN tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik, tetapi juga oleh tanggung jawab, panggilan jiwa, serta orientasi pada kemaslahatan umat. ASN diharapkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, di mana setiap kebijakan yang diambil selalu berujung pada kebaikan kolektif.

Revitalisasi Madrasah dan Komitmen Kesejahteraan Pendidik

Sektor pendidikan Islam juga menjadi catatan serius dalam pembinaan kali ini. Kaswad menaruh perhatian besar terhadap kondisi madrasah, khususnya madrasah swasta yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana, kualitas guru, maupun kesejahteraan tenaga pendidik. Tantangan geografis dan ekonomi di Bone Bolango menuntut kehadiran instansi secara lebih proaktif.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak boleh membiarkan madrasah berjalan sendiri tanpa pendampingan yang optimal. “Kita punya kewajiban moral dan institusional untuk membesarkan madrasah, termasuk memperjuangkan kesejahteraan guru-gurunya,” tegasnya. Komitmen ini menegaskan bahwa kualitas madrasah adalah cermin keberhasilan pendampingan institusi terhadap pendidikan agama.

Reposisi Peran KUA sebagai Pusat Layanan Keluarga Sakinah

Sudut pandang pelayanan juga menyasar pada fungsi Kantor Urusan Agama (KUA). Ia mendorong kepala Kantor Urusan Agama (KUA) agar tidak membatasi layanan sebatas pencatatan nikah. Menurutnya, KUA harus berperan aktif dalam pendampingan keluarga, memahami data perceraian, serta memastikan keberlanjutan pembinaan keluarga sakinah di wilayah masing-masing. Dengan data yang akurat mengenai dinamika keluarga di wilayahnya, kepala KUA diharapkan mampu melakukan langkah preventif terhadap berbagai isu sosial keagamaan di tingkat kecamatan.

Menurut Kaswad, pelayanan keagamaan yang berdampak akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama sekaligus mendukung visi besar Kemenag dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas. Transformasi pelayanan ini diharapkan menjadi pondasi bagi Kabupaten Bone Bolango dalam menciptakan ekosistem birokrasi yang jujur, melayani, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan publik di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index