Danantara Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Listrik di Bekasi, Investasi Rp3 Triliun

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:53:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Groundbreaking proyek ini dilakukan di lokasi fasilitas di Bekasi, menandai dimulainya konstruksi fisik setelah proses perencanaan dan persiapan yang panjang. Proyek ini digarap di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang ditugaskan pemerintah untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi listrik secara terstruktur dan profesional.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menyebutkan, inisiatif ini diperkirakan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau bagi masyarakat sekitar. Selain itu, proyek ini juga mengurangi kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 90 persen.

Mengolah 70 Persen Sampah Kota Bekasi

Fasilitas ini dirancang untuk menyerap sekitar 70 persen dari total timbulan sampah terolah di Kota Bekasi. Dengan kapasitas tersebut, dampaknya terhadap lingkungan cukup signifikan: proyeksi penurunan emisi dari TPA mencapai 80 persen.

Setiap tahunnya, pengolahan sampah ini diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 640.000 ton setara CO2. Desain teknis fasilitas ini juga mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED), yang merupakan salah satu regulasi lingkungan paling ketat di dunia.

Dampak Energi dan Lapangan Kerja

Listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah ini akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan 55.000 rumah warga Kota Bekasi. Bagi pemerintah kota, proyek ini menjadi solusi atas persoalan klasik keterbatasan lahan TPA yang selama ini membebani anggaran daerah.

Pembangunan fasilitas ini juga menjadi sinyal bagi investor lain bahwa sektor pengolahan sampah di Indonesia mulai menarik secara komersial. Danantara sebelumnya telah memilih delapan mitra strategis untuk mengembangkan proyek serupa di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan dimulainya konstruksi di Bekasi, Danantara berharap proyek ini menjadi model bagi kota-kota besar lain yang menghadapi masalah serupa. Keberhasilan proyek ini akan diukur tidak hanya dari kapasitas produksi listriknya, tetapi juga dari kemampuannya mengurangi beban lingkungan secara terukur dan berkelanjutan.

Terkini