EMTK Andalkan AI Genjot Efisiensi Media dan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:37:01 WIB
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten teknologi milik keluarga Sariaatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI di berbagai lini bisnis, mulai dari media hingga layanan kesehatan. 

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menggenjot efisiensi, mutu layanan, serta memperkuat daya saing di tengah percepatan transformasi digital.

Direktur EMTK Sutiana Ali mengikuti perkembangan teknologi AI dengan menyesuaikan investasi dan pengembangannya berdasarkan kebutuhan masing-masing unit usaha. 

“Kami melihat AI sebagai teknologi yang dapat memberikan nilai tambah lintas sektor, baik dalam meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, maupun pengalaman pengguna,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Dari sisi kinerja keuangan, EMTK membukukan pendapatan neto sebesar Rp10,81 triliun pada semester I/2026, meningkat 22,74% dibandingkan Rp8,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan tersebut belum menghasilkan laba bersih. 

Perseroan mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp320,60 miliar, berbalik dari catatan laba Rp4,22 triliun pada semester I/2025.

Sutiana menuturkan bahwa performa semester I/2026 masih sejalan dengan proyeksi perusahaan. Evaluasi menyeluruh terhadap target pendapatan maupun laba tahun ini akan dilakukan secara berkala dengan mencermati dinamika ekonomi, pasar, serta perkembangan tiap lini usaha.

Lebih lanjut, Sutiana mengungkapkan bahwa implementasi AI yang telah memberikan dampak positif secara nyata dapat dilihat pada sektor media melalui VidioGen, sebuah platform kecerdasan buatan untuk produksi konten yang dibangun oleh tim teknologi Vidio. 

Teknologi itu dimanfaatkan guna mendukung alur kerja produksi, termasuk penggarapan animasi New Keluarga Somat di Mentari TV. Berkat VidioGen, perancangan aset serta penyusunan komposisi adegan dapat dikerjakan dengan jauh lebih efisien. 

Emtek mencatat penggunaan teknologi tersebut mampu memangkas waktu serta biaya pembuatan sekitar 30%, tanpa mengurangi kualitas visual animasi. 

Bagi perusahaan, adopsi AI di bidang media bukan sekadar soal otomatisasi, melainkan cara teknologi mempercepat produksi serta meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menyajikan konten yang relevan bagi pemirsanya.

Perluasan adopsi AI Emtek tidak berhenti pada lini media saja. Perseroan turut mengembangkan teknologi serupa di sektor kesehatan melalui EMC Healthcare guna mendongkrak efisiensi operasional sekaligus memperbaiki pengalaman pasien. 

Sejumlah pemanfaatan AI yang diterapkan mencakup chatbot untuk mempermudah pendaftaran, penjadwalan temu dokter, hingga menjawab berbagai pertanyaan seputar jadwal praktik dan profil rumah sakit.

Selain itu, Emtek menghadirkan ambient AI yang mampu mengubah percakapan antara dokter dan pasien menjadi dokumentasi medis terstruktur dalam format catatan SOAP. Kehadiran teknologi ini diharapkan sanggup meringankan beban administratif dokter sehingga mereka bisa lebih fokus dalam menangani pasien.

Tidak hanya itu, tersedia pula AI Assistant guna membantu tenaga medis menelusuri rekam jejak klinis pasien secara kilat, serta AI untuk menganalisis citra radiologi—khususnya foto toraks—dalam mendeteksi indikasi tuberkulosis dan kanker paru secara lebih dini. 

EMC Healthcare juga mengoptimalkan AI berbasis pemindaian retina guna membantu memprediksi risiko penyakit lewat analisis foto retina pasien.

“AI akan terus kami evaluasi dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing lini bisnis di dalam ekosistem Emtek,” ucap Sutiana.

Memasuki paruh kedua tahun 2026, Emtek bertekad memacu pertumbuhan di seluruh segmen melalui pendekatan strategi yang selaras dengan karakteristik tiap unit bisnis. 

Pada sektor media, perhatian utama dipusatkan pada peningkatan mutu, relevansi, serta jangkauan konten kepada audiens. Emtek berkomitmen merancang tayangan yang mempunyai daya tarik tinggi bagi masyarakat sekaligus bernilai tambah bagi para pengiklan.

Sementara itu, pada sektor kesehatan, perseroan meneruskan penanaman modal pada pengadaan perangkat serta teknologi medis mutakhir. Salah satu investasi unggulannya adalah Biograph Vision Quadra PET/CT Scanner di RS EMC Grha Kedoya demi mendukung deteksi dini serta diagnosis kanker yang lebih akurat.

Emtek juga memperbesar porsi belanja modal untuk teknologi robotik, seperti da Vinci Xi Robotic Surgical System serta perangkat robotik penunjang layanan ortopedi dan rehabilitasi medis. 

Bahkan, RS EMC Alam Sutera tercatat telah sukses menggelar operasi bariatrik perdana di Indonesia dengan memanfaatkan kecanggihan da Vinci Xi Robotic Surgery.

Pada aspek administratif, optimalisasi AI turut dijalankan lewat penggunaan voice bot untuk layanan pusat panggilan (*call center*) serta penyederhanaan proses klaim BPJS.

“Dengan berbagai inisiatif tersebut, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing masing-masing lini bisnis Emtek pada semester II/2026,” tutupnya.

Terkini

Semen Indonesia Andalkan Kualitas & Loyalitas

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:42:31 WIB

EMTK Andalkan AI Genjot Efisiensi Media dan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:37:01 WIB