BNI Raih Dana SAL Rp18,5 Triliun Demi Perkuat Pembiayaan Sektor Produktif

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:19:01 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memperoleh alokasi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari pemerintah sejumlah Rp18,5 triliun. Anggaran tersebut bakal dipakai demi memperkuat likuiditas sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif. 

Pemerintah sebelumnya memutuskan menambah penempatan dana SAL sebesar Rp70 triliun kepada bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas likuiditas perbankan serta mendorong fungsi intermediasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengutarakan, penempatan dana SAL merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perseroan dalam menjalankan peran sebagai mitra pembangunan. 

“Kepercayaan ini menjadi amanah bagi BNI untuk memperkuat peran sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembiayaan sektor-sektor produktif dan program prioritas nasional sehingga mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian,” ujar Okki, Kamis (6/8/2026).

Dari total alokasi Rp18,5 triliun tersebut, BNI telah menerima penempatan sebesar Rp11 triliun pada 5 Agustus 2026. Sementara itu, sisa dana sebesar Rp7,5 triliun dijadwalkan masuk pada rentang waktu 10–14 Agustus 2026. 

Berdasarkan keterangan Okki, tambahan likuiditas dari dana SAL akan memperkuat struktur pendanaan BNI serta memberikan ruang lebih besar bagi perseroan dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha dan masyarakat.

Walaupun memperoleh tambahan likuiditas, BNI menegaskan ekspansi kredit tetap bakal dilaksanakan secara selektif dengan memperhatikan kelayakan usaha, mutu debitur, serta profil risiko. 

“Seluruh penyaluran kredit tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta manajemen risiko yang kuat,” tuturnya.

BNI memastikan dana yang ditempatkan pemerintah bakal dikelola secara profesional dan transparan dengan tetap berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara serta masyarakat. 

Perseroan juga menyebut pengelolaan likuiditas tersebut selaras bersama arah transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. BNI bakal mengarahkan pembiayaan secara terukur demi mendukung sektor usaha yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional. 

Melalui penempatan dana SAL, BNI berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, kecukupan likuiditas, dan mutu aset supaya fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara sehat serta berkelanjutan.

Terkini