Strategi Bank Danamon Jaga Porsi Dana Murah Saat Bunga Simpanan Naik

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:12:32 WIB
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) berusaha memelihara proporsi pendanaan murah atau current account saving account (CASA) di tengah tren peningkatan suku bunga simpanan yang mendorong persaingan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) dalam sektor perbankan.

Chief Financial Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Theresia Adriana menuturkan peningkatan suku bunga simpanan adalah elemen dari dinamika pasar yang dipengaruhi oleh situasi likuiditas serta taktik pendanaan setiap bank. 

"Pergerakan suku bunga simpanan merupakan bagian dari dinamika pasar, dan penyesuaiannya dilakukan sesuai kondisi likuiditas serta strategi pendanaan masing-masing bank," ujar Theresia dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Sesuai penjelasan dia, situasi tersebut menjadikan kompetisi pengumpulan DPK pada sektor perbankan makin sengit. Oleh karena itu, Danamon bakal mengintensifkan pengumpulan dana granular lewat bermacam solusi finansial yang dirancang sesuai keperluan nasabah. 

Korporasi mengandalkan sejumlah instrumen pengumpulan dana, seperti Tabungan Danamon LEBIH PRO serta program Danamon Hadiah Beruntun (DHB), untuk memperkokoh basis dana nasabah sekaligus memelihara komposisi dana murah.

Di tengah meningkatnya ongkos dana, Danamon turut memaksimalkan ekosistem MUFG Group serta seluruh sektor bisnis utama, dimulai dari Enterprise Banking & Financial Institution, SME Banking, Consumer Banking, sampai entitas anak usaha Adira Finance dan Home Credit Indonesia. 

Selain menguatkan pendanaan, korporasi tetap menjalankan asas kehati-hatian dalam penyaluran pinjaman dengan memusatkan perhatian pada sektor-sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan, seperti otomotif, Haji dan Umrah, serta layanan digital via D-Bank PRO dan Danamon Cash Connect.

Adapun, persaingan pengumpulan dana dalam sektor perbankan memang kian melonjak seiring dengan tren peningkatan suku bunga simpanan. Berlandaskan informasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), rata-rata suku bunga simpanan sektor perbankan pada Juni 2026 menyentuh 3,91%, menanjak dari 3,71% pada Mei 2026. 

Nilai itu pun telah melampaui tingkat bunga penjaminan (TBP) LPS yang ada pada posisi 3,75%. Peningkatan bunga simpanan terjadi di hampir seluruh kategori bank. Pada Juni 2026, rata-rata bunga simpanan KBMI 1 tercatat sebesar 3,92%, KBMI 2 sebesar 4,05%, KBMI 3 sebesar 3,87%, dan KBMI 4 sebesar 2,96%. 

Kondisi tersebut menggambarkan makin ketatnya perebutan dana dalam sektor perbankan. Di sisi lain, peningkatan suku bunga simpanan berisiko menaikkan biaya dana (cost of fund) serta menekan margin bunga bersih (net interest margin atau NIM) seandainya berlangsung dalam waktu lama.

Terkini