Pajak Mobil Malaysia vs Indonesia: Selisihnya Bisa Puluhan Juta Setahun

Pajak Mobil Malaysia vs Indonesia: Selisihnya Bisa Puluhan Juta Setahun

LITERASIKEUANGAN.COM — Pajak mobil di Malaysia ternyata jauh lebih murah dibanding Indonesia, padahal modelnya sama. Contohnya Kijang Innova Zenix, pajak pertama di Jakarta mulai Rp 7 jutaan, sementara di Malaysia SUV 1.499 cc hanya sekitar 120 ringgit atau Rp 520 ribuan per tahun. Perbedaannya bukan soal tarif saja, tapi cara menghitungnya yang sama sekali berbeda.

Pajak kendaraan bermotor di Indonesia dan Malaysia memakai dasar perhitungan yang berbeda. Indonesia menghitung pajak dari nilai jual kendaraan, sedangkan Malaysia menarik pajak berdasarkan kapasitas mesin. Perbedaan metode ini menghasilkan selisih angka yang cukup besar untuk model yang sama.

Sebagai gambaran, Kijang Innova Zenix di Indonesia dikenai pajak paling murah untuk kendaraan pertama di wilayah Jakarta mulai Rp 7 jutaan. Angka itu belum termasuk komponen lain yang harus dibayar pemilik kendaraan setiap tahun.

Cara Indonesia Menghitung Pajak: Berbasis Nilai Jual

Pajak kendaraan di Indonesia dihitung dari nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB. NJKB adalah harga pasaran umum atas suatu kendaraan, diambil dari rata-rata berbagai sumber data yang akurat.

NJKB setiap tahun tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat. Pemilik kendaraan tinggal menghitung dari lampiran tersebut.

Selain NJKB, ada tarif pajak yang berlaku di masing-masing provinsi. Pemilik juga wajib membayar SWDKLLJ atau Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Semua komponen itu dijumlahkan dan dibayarkan setiap tahun.

Malaysia Pakai Kapasitas Mesin, Bukan Harga Jual

Malaysia memakai pendekatan berbeda. Besaran pajak tahunan ditentukan oleh kapasitas mesin, bukan harga jual kendaraan. Makin kecil kapasitas mesin, makin rendah pajaknya.

Untuk mobil jenis SUV, MPV, pick-up, dan model lain bermesin 1.000 cc, pajak per tahunnya sekitar 20 ringgit atau setara Rp 87 ribuan. Mobil berkapasitas 1.329 cc dikenai 100 ringgit atau sekitar Rp 437 ribuan.

MPV, SUV, dan pick-up bermesin 1.499 cc dikenai pajak sekitar 120 ringgit per tahun atau setara Rp 520 ribuan. Tarif paling mahal untuk kategori ini adalah 2.440 ringgit per tahun atau sekitar Rp 10 jutaan, berlaku untuk mobil bermesin 3.500 cc.

Sedan Kena Tarif Berbeda

Sedan punya skema tarif tersendiri di Malaysia. Sedan bermesin 1.000 cc dikenai 20 ringgit per tahun, 1.329 cc sebesar 70 ringgit per tahun, dan 1.499 cc tarifnya 90 ringgit per tahun.

Tarif tertinggi dibebankan pada sedan berkapasitas mesin 3.500 cc, yaitu 4.380 ringgit per tahun atau sekitar Rp 19 jutaan. Angka ini lebih tinggi dari kategori SUV dan MPV dengan kapasitas mesin serupa.

Asuransi Wajib Jadi Komponen Tambahan di Malaysia

Pajak tahunan di Malaysia memang lebih murah, tapi ada kewajiban lain yang harus dipenuhi pemilik mobil. Setiap tahun pemilik wajib membayar asuransi kendaraan.

Besarnya tarif asuransi tergantung dari model mobil dan tahun kepemilikannya. Komponen ini tidak bisa diabaikan karena menjadi syarat kepemilikan kendaraan yang sah di Malaysia.

Ringkasan Perbandingan Pajak Tahunan

  • Indonesia: dihitung dari NJKB + tarif provinsi + SWDKLLJ, contoh Innova Zenix di Jakarta mulai Rp 7 jutaan
  • Malaysia SUV/MPV/pick-up 1.000 cc: 20 ringgit (Rp 87 ribuan) per tahun
  • Malaysia SUV/MPV/pick-up 1.329 cc: 100 ringgit (Rp 437 ribuan) per tahun
  • Malaysia SUV/MPV/pick-up 1.499 cc: 120 ringgit (Rp 520 ribuan) per tahun
  • Malaysia SUV/MPV/pick-up 3.500 cc: 2.440 ringgit (Rp 10 jutaan) per tahun
  • Malaysia sedan 1.000 cc: 20 ringgit per tahun
  • Malaysia sedan 1.329 cc: 70 ringgit per tahun
  • Malaysia sedan 1.499 cc: 90 ringgit per tahun
  • Malaysia sedan 3.500 cc: 4.380 ringgit (Rp 19 jutaan) per tahun

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membandingkan

Angka pajak di atas belum memperhitungkan asuransi wajib di Malaysia yang besarnya bervariasi. Selain itu, tarif pajak di Indonesia berbeda antarprovinsi, sehingga angka Rp 7 jutaan untuk Innova Zenix hanya berlaku di Jakarta untuk kendaraan pertama.

Perbandingan ini juga tidak memasukkan biaya kepemilikan lain seperti uji kir, biaya perpanjangan, atau pungutan tambahan yang mungkin berlaku di masing-masing negara. Pembaca yang ingin menghitung sendiri sebaiknya merujuk langsung ke lampiran NJKB provinsi masing-masing dan tabel tarif resmi Malaysia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index