Aryna Sabalenka Melaju ke Final US Open Keempat Secara Beruntun

Aryna Sabalenka Melaju ke Final US Open Keempat Secara Beruntun
Petenis asal Belarus Aryna Sabalenka [FOTO: NET].

JAKARTA - Petenis andalan Aryna Sabalenka sukses melangkah mantap ke babak final turnamen US Open untuk yang keempat kalinya secara berturut-turut, menyusul kemenangan meyakinkan atas wakil tuan rumah Amerika Serikat, Jessica Pegula, lewat dua set langsung dengan skor 7-5, 6-2 di Stadion Arthur Ashe, New York, pada hari Jumat waktu Indonesia bagian barat.

Sabalenka menuntaskan perlawanan sang lawan dalam durasi waktu 1 jam 20 menit sekaligus menegaskan tren dominasinya atas Pegula di tanah New York, di mana ia tercatat selalu membukukan kemenangan dalam tiga bentrokan terakhir mereka di panggung US Open.

"Saya sangat ingin menang. Saya kalah dalam pertandingan yang sulit melawan Jess di lapangan rumput dan tidak tampil terlalu baik di pertengahan musim," kata Sabalenka dalam konferensi pers seusai pertandingan dikutip dari WTA.

"Rasanya, jika berbicara tentang Grand Slam, ini seperti dorongan terakhir bagi kami pada musim ini. Kami sangat ingin mencapai final dan tentu saja ingin melangkah sampai akhir."

Hasil positif tersebut sekaligus menobatkan Sabalenka sebagai petenis tunggal putri pertama di era tenis modern atau Open yang berhasil menembus delapan kali babak final turnamen Grand Slam di atas permukaan lapangan keras secara beruntun. 

Ia resmi melampaui rekor catatan tujuh kali final beruntun yang sebelumnya dipegang oleh legenda tenis dunia seperti Steffi Graf, Martina Hingis, serta Novak Djokovic.

Di samping itu, Sabalenka turut mencatatkan namanya sebagai petenis putri keenam sepanjang era Open yang mampu menginjakkan kaki di sekurang-kurangnya empat babak final tunggal putri US Open secara berturut-turut. Capaian impresif ini menyamai torehan sejarah yang sebelumnya pernah diukir oleh Evonne Goolagong Cawley, Chris Evert, Martina Navratilova, Graf, hingga Serena Williams.

Menghadapi Pegula di lapangan, Sabalenka langsung mendapati perlawanan sengit pada set pembuka. Kedua atlet saling berbalas mengamankan gim servis masing-masing hingga kedudukan papan skor imbang 5-5, dengan catatan hanya melahirkan satu kali peluang break bagi setiap pemain.

Sabalenka kemudian sukses merebut gim kesebelas untuk berbalik unggul 6-5, sebelum akhirnya mematahkan servis Pegula pada gim penutup set pertama lewat sambaran pukulan backhand tajam yang gagal dihalau dengan baik oleh sang lawan.

Memasuki set kedua, Sabalenka mulai mendikte jalannya pertandingan dan menjauh dalam perolehan angka. Ia berhasil memanfaatkan momentum peluang break keempat lewat lesatan forehand winner dari pengembalian servis kedua Pegula demi memimpin kedudukan 3-1.

Sepanjang set kedua, Pegula tampak kewalahan memaksimalkan servis keduanya dengan catatan hanya mampu meraup lima angka dari total 19 poin atau setara 26 persen saja. Sebaliknya, Sabalenka tampil sangat disiplin dan hanya menghadapi satu kali ancaman break sepanjang jalannya laga, serta kembali mematahkan servis Pegula untuk mengunci kemenangan mutlak 6-2.

Sabalenka menilai bahwa performa permainan yang ia tunjukkan kali ini jauh lebih superior apabila dikomparasikan dengan catatan pertemuan-pertemuan terdahulunya kontra Pegula.

"Kami merasa apa pun keputusan yang kami buat adalah keputusan yang tepat. Melawan Jess hari ini, dibandingkan pertandingan terakhir kami, level permainan kami jelas lebih baik," ujar Sabalenka.

Berbekal kemenangan gemilang tersebut, Sabalenka kini kian mendekati ambisi besarnya untuk merengkuh trofi gelar juara Grand Slam kelima dalam kariernya sekaligus mengukuhkan diri sebagai kampiun US Open selama tiga tahun berturut-turut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index