JAKARTA — Negosiasi penjualan saham PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM) oleh PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk. (PMUI) diperpanjang hingga akhir tahun ini. Pada Februari 2026, perseroan menyampaikan telah menandatangani kesepakatan awal (term sheet non-binding agreement) antara pihak perseroan bersama Direktur Utama PMUI Agus Susanto dan PT Tunas Binatama Lestari guna mengambil alih total 1,23 miliar saham GRPM, yang mencakup 80% kepemilikan gabungan kedua belah pihak di dalam GRPM.
Komposisi kepemilikan tersebut terdiri atas PMUI yang memegang 1,09 miliar saham atau setara dengan 70,67%, serta Agus Susanto yang memiliki 144,14 juta saham atau sekitar 9,33% porsi saham GRPM.
Sementara itu, PT Tunas Binatama Lestari bertindak sebagai pihak pembeli yang menjalankan lini usaha di sektor perdagangan dan pertambangan batu bara, serta beroperasi sebagai bagian dari kelompok usaha Rimau Group.
Melalui keterbukaan informasi pada 6 September 2026, manajemen perseroan mengumumkan bahwa pihak calon pembeli, PMUI, bersama Agus Susanto telah mencapai kesepakatan bersama untuk memperpanjang durasi term sheet hingga 31 Desember 2026.
"Perpanjangan jangka waktu term sheet tersebut dilakukan karena proses pembahasan dan negosiasi terkait rencana transaksi penjualan saham GRPM sebagaimana dimaksud dalam term sheet masih berlangsung," tulis manajemen, dikutip Minggu (6/9/2026).
Langkah perpanjangan ini diambil guna menyediakan durasi yang cukup leluasa bagi seluruh pihak agar dapat meneruskan pembahasan serta perundingan terkait rencana transaksi tersebut.
Sebelumnya, Direktur Utama PMUI Agus Susanto menerangkan bahwa sumbangsih GRPM terhadap kinerja konsolidasi perseroan tergolong tidak terlalu besar, sehingga keputusan pelepasan saham ini dipastikan tidak membawa dampak negatif.
Sepanjang semester I/2026, PMUI mencatatkan perolehan pendapatan neto senilai Rp2,05 triliun, mengalami peningkatan dari posisi Rp1,94 triliun pada periode yang serupa di tahun 2025. Dari total angka tersebut, lini segmen makanan dan minuman tercatat hanya menyumbang kontribusi sebesar Rp245,01 miliar.
Sebagai informasi tambahan, GRPM merupakan entitas anak usaha PMUI yang berfokus pada bidang perdagangan besar serta distribusi produk barang konsumsi cepat saji (fast-moving consumer goods atau FMCG), khususnya berfungsi sebagai distributor resmi untuk produk minuman merek ternama seperti Coca-Cola dan Sprite.
Agus menyampaikan bahwa pada tahun ini target pertumbuhan pendapatan perseroan dipatok mencapai angka 10%, dengan proyeksi perolehan laba bersih yang diharapkan dapat kembali menyentuh kisaran Rp40 miliar.
Hingga penutupan akhir Juni 2026, PMUI sukses membukukan laba bersih senilai Rp26,09 miliar, naik dibanding catatan sebelumnya pada angka Rp24,05 miliar.
Salah satu pilar utama yang diproyeksikan mampu menopang kinerja konsolidasi perseroan ke depan adalah langkah diversifikasi usaha ke sektor perhotelan, yang saat ini masih berada dalam fase pengkajian mendalam.
"Kami punya anak usaha hotel dan saat ini masih dalam tahap kajian serta penyusunan strateginya," kata Agus dalam Paparan Publik, Senin (11/5/2026).