JAKARTA - Pemerintah Singapura memacu penguatan hubungan kerja sama dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terutama pada bidang pengembangan ekonomi digital, ekonomi hijau, energi terbarukan, manufaktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal itu diutarakan oleh Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Singapura, Zulkarnain Abdul Rahim, pada agenda resepsi Hari Kebangsaan Singapura ke-61 di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Dalam sambutannya, Zulkarnain mula-mula menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
"Sebagai negara tetangga yang dekat, kami dapat merayakan hari kebangsaan dan hari kemerdekaan masing-masing bersama-sama," katanya.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap performa ekonomi Kepri dan Batam yang dinilai menunjukkan catatan pertumbuhan yang mengesankan. Menurutnya, Kepri membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,94 persen, sedangkan Batam tumbuh 6,76 persen. Laju pertumbuhan tersebut dinilai semakin mengukuhkan posisi Kepri dan Batam sebagai area strategis dalam relasi ekonomi Indonesia dan Singapura.
"Kepulauan Riau dan Batam memiliki posisi yang strategis dalam eratnya hubungan antara Indonesia dan Singapura," ujarnya.
Zulkarnain menuturkan, faktor kedekatan geografis antara kedua daerah telah membuka peluang bagi jajaran perusahaan dari kedua negara untuk memperluas kapabilitas baru, khususnya di sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau.
Kerja sama itu, tambahnya, mencakup lingkup data dan teknologi, manufaktur, hingga pengembangan energi terbarukan. Ia memberi contoh agendanya saat mengunjungi Citra Shipyard di Batam sebagai salah satu gambaran peningkatan kapabilitas industri demi menopang kebutuhan masa depan kawasan.
Menurutnya, wilayah Batam, Bintan, dan Karimun juga tetap memiliki daya pikat tinggi bagi para investor. Singapura tercatat sebagai salah satu investor asing terbesar di Batam dengan torehan nilai investasi mencapai kisaran 940 juta dolar AS sepanjang 2025.
Di samping urusan investasi, Zulkarnain menggarisbawahi pentingnya peningkatan mutu SDM sebagai pilar penguat hubungan kedua belah pihak. Ia menyebut sempat menyambangi Politeknik Pariwisata Batam dan menyaksikan pelbagai program pertukaran mahasiswa serta pengembangan tenaga profesional yang dijalankan bersama beberapa politeknik di Singapura.
"Pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat penting. Saya mengerti mengapa Bapak Amsakar menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas, khususnya dalam meningkatkan keterampilan generasi muda," katanya.
Zulkarnain menilai, langkah transformasi Kepri mesti terus berlanjut supaya daerah tersebut tetap menjadi salah satu destinasi utama pertumbuhan ekonomi dan investasi. Ia menegaskan Singapura siap menjadi mitra dalam proses tersebut dengan memaksimalkan pelbagai peluang kolaborasi yang ada.
"Kami harus meraih kesempatan ini dan membangun fondasi untuk generasi selanjutnya. Kami juga harus menjaga dan menghargai hubungan baik ini," ujarnya.
Ia menambahkan komitmen penguatan relasi kedua negara telah ditegaskan kembali dalam pertemuan bilateral pada Juli 2026 antara Presiden RI Prabowo Subianto dan jajaran pimpinan Singapura. Dalam agenda itu, kedua belah pihak sepakat mempererat kerja sama, antara lain di bidang ketahanan, energi terbarukan, dan lingkungan.
Zulkarnain turut menyebut agenda kunjungan Wakil Perdana Menteri Singapura ke Batam dalam rangka peletakan batu pertama proyek kabel serat optik Nusantara.
"Kami percaya Singapura dan Kepri akan menuju masa depan yang lebih terhubung dan dinamis. Bersama-sama kami membangun fondasi yang solid bagi generasi selanjutnya yang makmur dan berkembang pesat," katanya.
Kepri Dukung Perluasan Kerja Sama
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan, batas geografis Batam yang dekat dengan Singapura menjadi modal utama untuk terus mempererat hubungan kedua daerah.
Menurutnya, relasi Batam dan Singapura telah terjalin lama serta tak hanya melibatkan unsur pemerintah, melainkan juga sektor swasta, investor, hingga para pelaku usaha.
"Batam merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Kedekatan geografis ini berimbas pada kedekatan hubungan bilateral kedua negara," katanya.
Ia memandang hubungan tersebut perlu terus ditingkatkan lantaran Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan yang saling melengkapi. Nyanyang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Singapura atas dukungan serta kerja sama yang telah berjalan bersama Pemerintah Provinsi Kepri.
"Harapan kami, kerja sama yang terjalin ini dapat terus diperluas sehingga mendukung kemajuan dan kesejahteraan kedua negara," ujarnya.
Pemprov Kepri, lanjutnya, tetap terbuka dan mendukung peluang kolaborasi maupun investasi antara Indonesia dan Singapura, khususnya di sektor digital. Menurut Nyanyang, pengembangan area Nongsa Digital Park menjadi salah satu bukti peluang kerja sama yang dapat terus dipacu untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital.
"Ini diharapkan dapat mewujudkan kemajuan Indonesia tentunya dengan kolaborasi berbagai pihak," katanya.
Ia berharap momentum peringatan Hari Kebangsaan Singapura ke-61 tak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga semakin memperkokoh tali persahabatan dan kerja sama antarmasyarakat Indonesia dan Singapura.
"Majulah Singapura, terus berbuat baik dan bergerak maju untuk negara," katanya.