Wapres Gibran Tinjau SMAN 1 Barus Tapteng, Pastikan Pemulihan Sekolah

Wapres Gibran Tinjau SMAN 1 Barus Tapteng, Pastikan Pemulihan Sekolah
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming. (Foto: NET)

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendatangi SMA Negeri 1 Barus yang bertempat di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara pada Jumat guna memastikan percepatan perbaikan fasilitas satuan pendidikan terlaksana pascabencana banjir Sumatera.

Berdasarkan pengamatan di Tapanuli Tengah, Jumat, Wapres mengecek satu persatu ruang kelas pada sekolah yang sempat terendam banjir setinggi kurang lebih satu meter pada tahun sebelumnya.

"Buku paketnya cuman satu?" tanya Wapres kepada salah satu guru di ruang kelas yang sedang mengadakan kegiatan belajar mengajar.

Guru itu menjawab bahwa saat ini masing-masing meja dengan dua siswa menggunakan satu buku paket.

Beberapa ruang kelas di sekolah itu saat ini masih dalam kondisi membutuhkan perbaikan terlihat dari sejumlah ruangan yang masih menggunakan atap seng.

Pada momen serupa, Teti Situmeang selaku salah satu guru sekaligus penanggung jawab perpustakaan, mengemukakan bahwa sekolah tersebut memerlukan waktu hingga beberapa pekan demi dibersihkan usai diterpa banjir menjelang penghujung 2025.

Bahkan untuk ruang perpustakaan banyak buku yang berada dalam kondisi rusak dan terpaksa dibuangkan karena tidak bisa lagi digunakan.

"Semoga nanti ada segera ada buku baru dan perbaikan sekolah terus berjalan," ujarnya.

Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming kembali melawat ke Sumatra Utara pada Jumat pagi demi memantau langsung progres penanganan serta pemulihan pascabencana banjir beserta longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, serta Kota Sibolga.

Kunjungan Wapres merepresentasikan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keberlanjutan proses pemulihan bencana, sekaligus memastikan berbagai kendala selama fase transisi tertangani secara optimal agar warga lekas bangkit.

Melalui kesempatan ini, Wapres diagendakan pula untuk meninjau pembangunan serta perbaikan sejumlah sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemulihan tersebut tidak hanya difokuskan untuk memulihkan fungsi infrastruktur, melainkan turut memperkokoh proteksi masyarakat terhadap ancaman bencana kelak.

Infrastruktur yang lebih tangguh diharapkan mampu menopang pemulihan wilayah, mengoptimalkan ketahanan kawasan, serta menjamin penduduk kembali menjalani kehidupan secara aman, produktif, dan mandiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index