BYD Sealion 7 dan Geely EX5 Pimpin Rekor EV Australia, Mobil China Kuasai 8 Posisi Teratas

BYD Sealion 7 dan Geely EX5 Pimpin Rekor EV Australia, Mobil China Kuasai 8 Posisi Teratas

LITERASIKEUANGAN.COM — Data resmi VFACTS dan Electric Vehicle Council mencatat penjualan BEV di Australia mencapai 27.078 unit pada Agustus, naik 171 persen dibanding periode sama tahun lalu. Angka ini mengungguli mobil bermesin bensin yang hanya terjual 25.824 unit dan diesel dengan 23.608 unit.

Fenomena ini menjadikan Australia negara kedua setelah Uni Eropa yang berhasil mencatatkan rekor tersebut. Bahkan laju adopsinya disebut lebih cepat dari Eropa yang baru mencapai titik serupa tahun lalu, saat penjualan Tesla di sana justru ambruk.

BYD dan Zeekr Kantongi Pertumbuhan Tiga Digit

Merek asal China seperti BYD, Geely, Zeekr, dan Chery melalui sub-merek Jaecoo menguasai tujuh dari delapan posisi teratas daftar EV terlaris di Australia. Satu-satunya nama non-China di daftar itu adalah Tesla Model Y dan Model 3—namun keduanya juga dirakit di Giga Shanghai untuk pasar setir kanan.

BYD Sealion 7 menjadi primadona dengan penjualan 2.213 unit, menempatkannya di peringkat keenam pasar otomotif Australia secara keseluruhan. Sementara Geely EX5 mencatatkan pertumbuhan tahunan mengejutkan sebesar 385 persen. Sebagai pembanding, merek-merek legacy seperti Toyota, Mazda, dan Kia justru mengalami penurunan penjualan masing-masing 5,2 persen dan tren negatif lain.

Pangsa Pasar Gabungan Elektrifikasi Tembus 51,8 Persen

Jika dihitung bersama hybrid dan plug-in hybrid (PHEV), kendaraan elektrifikasi menguasai 51,8 persen total pasar Australia yang mencapai 108.760 unit pada Agustus. Ini adalah bulan pertama dalam sejarah Australia di mana mobil bermesin konvensional menjadi minoritas.

Total pasar otomotif Australia sendiri tumbuh 4,9 persen, dan pertumbuhan itu hampir seluruhnya disumbang oleh kendaraan listrik. Sementara itu, Tesla Model Y menjadi model terlaris secara keseluruhan dengan 6.414 unit, naik 176 persen, sekaligus kemenangan bulanan ketiga bagi pabrikan asal Amerika itu sepanjang 2024.

Strategi Lini Produk BYD Kalahkan Ketergantungan Tesla

Sebagai merek, BYD duduk di peringkat kedua dengan 8.231 unit, tumbuh 68,8 persen dan unggul tipis atas Tesla yang mencatat 7.685 unit. Kunci kemenangan BYD ada pada strategi lini produknya yang jauh lebih luas dibandingkan Tesla yang hanya mengandalkan dua model.

Patut dicatat, pada Januari lalu BYD sempat unggul 10 banding 1 atas Tesla di Australia. Meski jaraknya kini menyempit seiring pemulihan pasokan Tesla, posisi BYD tetap kokoh di atas.

Kebijakan Tarif Jadi Kunci Utama, Pelajaran untuk Indonesia

Australia nyaris tidak memberlakukan tarif impor untuk EV asal China, berbeda dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang protektif. Kondisi ini membuat konsumen Australia mendapatkan EV berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi laboratorium paling jelas bagaimana pasar terbuka tanpa hambatan tarif bisa bekerja.

Fakta ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Kebijakan tarif dan insentif yang tepat akan mempercepat transisi energi di sektor otomotif. Negeri Kanguru membuktikan bahwa membuka keran impor EV China mampu mengerek adopsi mobil listrik secara signifikan dan mempercepat pensiun dini mesin pembakaran internal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index