LITERASIKEUANGAN.COM — Tidak semua kebutuhan darah bisa dipenuhi rumah sakit sendirian. Indonesia dengan populasi di atas 280 juta jiwa membutuhkan pasokan darah setara 2% dari total penduduk, mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angkanya sekitar 5,6 juta kantong per tahun. Besarnya kebutuhan itu membuat peran korporasi seperti Bank Mandiri menjadi signifikan.
Sejak April 2026, bank pelat merah ini menggerakkan program Mandiri Donor Darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Hingga periode kelima, total kantong darah yang terkumpul telah menembus 19.000. Jumlah itu melibatkan karyawan yang akrab disapa Mandirian, nasabah, masyarakat umum, serta dukungan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah.
Target 3.360 Kantong Darah dari 12 Region
Pada periode terbaru, aksi donor darah dijalankan serentak di 12 region operasional Bank Mandiri yang tersebar dari Sumatera hingga Indonesia Timur. Setiap region membidik 280 pendonor. Jika seluruh target tercapai, akan ada tambahan 3.360 kantong darah yang masuk ke stok PMI dalam satu gelombang kegiatan.
SEVP Corporate Relations Bank Mandiri Wisnu Trihanggodo menegaskan komitmen ini lahir dari realita bahwa kebutuhan darah hadir setiap hari. "Kebutuhan darah hadir setiap hari. Karena itu, kami melihat pentingnya menjaga kontribusi ini agar terus berlanjut," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026). "Melalui Mandiri Donor Darah, kami bersama PMI mengajak Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk terus mengambil bagian."
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-28 Bank Mandiri yang mengusung semangat "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia". Dengan begitu, aksi sosial ini tidak berdiri sendiri, melainkan dirangkai menjadi agenda rutin perusahaan.
Bukan Sekadar Agenda Seremonial
Yang menarik dari pelaksanaan tahun ini adalah keterlibatan masyarakat di luar ekosistem Bank Mandiri. Warga yang tinggal di sekitar kantor cabang dapat ikut mendonorkan darahnya. Ini memperluas manfaat program, sekaligus membangun kebiasaan donor darah di komunitas yang lebih luas.
Wisnu menambahkan, setiap kantong darah memiliki arti besar bagi penerimanya. "Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Mandiri Donor Darah. Setiap kantong darah yang terkumpul dapat berarti bagi mereka yang membutuhkan," tuturnya. "Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami akan terus menjaga kolaborasi ini dan membuka ruang bagi semakin banyak pihak untuk ikut berbagi."
Pendekatan kolaboratif semacam ini patut dicermati BUMN lain. Pasalnya, suplai darah yang stabil tidak hanya menjadi tugas PMI atau Kementerian Kesehatan, tetapi membutuhkan kontribusi lintas sektor. Dengan capaian 19.000 kantong darah dalam beberapa bulan terakhir, Bank Mandiri menunjukkan bahwa aksi korporasi bisa berdampak langsung pada layanan kesehatan masyarakat.
Program donor darah ini direncanakan berlanjut secara berkala. Setiap region memiliki jadwal tersendiri yang diumumkan melalui kanal internal perusahaan dan kerja sama dengan PMI setempat.