JAKARTA - Langkah Novak Djokovic secara mengejutkan harus terhenti pada babak pertama US Open 2026 usai takluk di tangan petenis asal Argentina, Mariano Navone, lewat duel lima set ketat dengan skor 6-7 (5/7), 7-5, 6-4, 2-6, 1-6 di New York, Senin WIB.
Sempat memimpin dengan keunggulan dua set berbanding satu serta memegang keunggulan satu break pada set keempat, peraih 24 gelar Grand Slam tersebut gagal mempertahankan momentum akibat penurunan kondisi fisik yang drastis hingga laga rampung.
"Kami pikir sudah jelas bahwa kami merasakan kondisi yang sangat buruk di lapangan. Sayangnya, itu adalah sesuatu yang kami alami hampir di setiap pertandingan tahun ini," ujar Djokovic, sebagaimana dikutip dari laman resmi ATP.
Petenis asal Serbia yang kini menginjak usia 39 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sempat beberapa kali muntah di tengah laga, disusul serangan kram serta nyeri hebat yang melanda sekujur tubuhnya.
Gangguan tersebut lantas merembet ke area punggung dan bahu, membuat pergerakannya di lapangan menjadi sangat terbatas.
"Muntah menjadi masalah serius. Kemudian seluruh tubuh kami mulai tidak berfungsi, kram dan rasa sakit," kata Djokovic melanjutkan.
Di tengah situasi pelik tersebut, ia sempat terbersit pikiran untuk mundur dari pertandingan. Akan tetapi, keberhasilannya merebut kemenangan pada set kedua dan ketiga membuatnya memilih untuk terus berjuang.
"Kami sempat mempertimbangkannya. Tetapi kemudian kami memenangi satu set, lalu set ketiga, sehingga kami berpikir mungkin masih ada peluang," tutur Djokovic. "Kami tidak ingin menyerah pada set keempat atau kelima. Kami ingin menyelesaikan pertandingan."
Navone lantas memanfaatkan penurunan fisik sang lawan secara maksimal guna mengamankan dua set pemungkas sekaligus memastikan kemenangan sensasional tersebut.
Kegagalan ini menandai kali pertama Djokovic tersingkir di fase pembuka turnamen Grand Slam sejak terakhir kali mengalaminya pada Australian Open 2006, menyusul hasil serupa di ajang yang sama pada tahun 2005 silam.
Menanggapi rekor negatif tersebut, Djokovic menyatakan bahwa dirinya enggan ambil pusing dan memilih fokus memulihkan kondisi fisiknya selepas pertandingan.
"Tentu kami sangat bangga dengan semua pencapaian pada masa lalu, tetapi sekarang adalah sekarang. Kami baru saja keluar dari lapangan dan masih berusaha mengatasi kondisi tubuh kami," ucapnya.
Memasuki set penentuan ketika tertinggal 1-3, publik New York beramai-ramai memberikan suntikan moral untuk membangkitkan semangat sang bintang, hingga membuat Djokovic tampak emosional sampai menitikkan air mata.
Ia mengaku amat bersyukur atas dukungan luar biasa tersebut, meskipun perjalanannya di turnamen US Open tahun ini harus berakhir jauh lebih cepat dari target.
"Dari perspektif pertandingan dan bagaimana kondisi tubuh serta permainan kami, ini benar-benar tidak menyenangkan. Kami hampir membenci setiap momen yang kami habiskan di lapangan," ungkap Djokovic.
"Namun, dari perspektif penonton dan dukungan mereka, sungguh luar biasa sejak awal. Mereka berusaha mengangkat semangat kami pada momen-momen penting."
Menutup komentarnya, Djokovic menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung setianya karena gagal mempersembahkan penampilan terbaik.
"Kami sangat menyesal tidak tampil sebaik yang seharusnya, yang sebenarnya bisa kami lakukan, atau yang kami inginkan untuk mereka. Tetapi cinta dan penghargaan yang mereka berikan pada akhir pertandingan benar-benar menyentuh hati kami,” pungkasnya.