Danantara Bongkar Skema Selamatkan Kimia Farma, Anak Usaha Indofarma Terlanjur Pailit

Danantara Bongkar Skema Selamatkan Kimia Farma, Anak Usaha Indofarma Terlanjur Pailit

LITERASIKEUANGAN.COM — Jakarta — Kepastian soal nasib anak usaha Indofarma itu disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria. Ia mengungkapkan bahwa proses kepailitan IGM telah berjalan, menjadikannya satu-satunya entitas di bawah holding farmasi BUMN yang gagal direstrukturisasi.

"Kalau Indofarma, ada anak usahanya yang pailit, yaitu Indofarma Global Medika," ujar Dony dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (27/8/2026).

Kimia Farma Berhasil Diselamatkan, Indofarma Tidak

Berbeda dengan IGM, Dony menegaskan bahwa Kimia Farma justru berhasil keluar dari jeratan masalah keuangan. Perusahaan pelat merah itu disebut telah mencatatkan keuntungan setelah menjalani transformasi fundamental, termasuk restrukturisasi manajemen dan bisnis secara menyeluruh.

Sebelumnya, Kimia Farma sempat terpuruk akibat dua keputusan investasi yang dinilai tidak terukur. Pertama, pembangunan pabrik besar dengan utilisasi rendah. Kedua, ekspansi agresif jaringan apotek yang mencapai 1.000 gerai namun justru menjadi beban keuangan.

Skema Efisiensi Rp 60 Triliun Tanpa PHK

Dony menjelaskan, upaya perbaikan di tubuh BUMN tidak hanya menyasar sektor farmasi. Secara keseluruhan, BPI Danantara menargetkan penghematan biaya hingga Rp 60 triliun melalui berbagai program efisiensi. Langkah ini mencakup perbaikan kinerja di perusahaan-perusahaan besar seperti Telkomsel hingga PT Pos Indonesia.

Kendati menekan biaya secara agresif, Danantara menjamin proses streamlining tersebut tidak berdampak pada karyawan. "Tidak ada PHK," tegas Dony, memastikan bahwa efisiensi dilakukan melalui perbaikan proses bisnis, bukan pengurangan tenaga kerja.

Apa Arti Kepailitan IGM bagi Industri Farmasi?

Kepailitan IGM menjadi sinyal keras bagi pelaku usaha di sektor kesehatan. Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan BUMN pun tidak kebal terhadap gagal bayar jika fundamental bisnisnya lemah. Langkah Danantara yang memilih menyelamatkan Kimia Farma namun membiarkan IGM pailit mencerminkan kebijakan tegas: hanya perusahaan yang memiliki prospek perbaikan yang akan mendapat suntikan restrukturisasi.

Keputusan ini juga menjadi preseden bagi pengelolaan BUMN ke depan, di mana holding seperti Bio Farma akan lebih selektif dalam menyuntikkan modal ke anak usahanya. Fokus utama tetap pada profitabilitas dan tata kelola yang prudent, bukan sekadar mempertahankan eksistensi entitas yang sudah tidak sehat.

Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index