JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga mendirikan ruang belajar darurat guna menunjang siswa SMPN 19 di Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Bengkulu.
VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Langkah ini bertujuan mendampingi kelancaran aktivitas belajar mengajar di tengah proses pemulihan sarana sekolah.
Sebelumnya, sebanyak 192 murid terpaksa menjalani proses pembelajaran dalam dua sif—yakni pagi dan siang—dikarenakan keterbatasan ruang kelas setelah insiden kebakaran.
Pada Rabu (26/8/2026), Pertamina Patra Niaga menyerahkan bantuan berupa empat unit tenda, 160 set meja dan kursi, enam papan tulis, hingga enam unit kipas blower demi melengkapi fasilitas penunjang di SMPN 19 Bengkulu.
"Dengan tersedianya fasilitas tersebut, kegiatan belajar mengajar siswa kini dapat kembali berlangsung secara lebih normal dan nyaman," sebut Kitty.
Manager CID Planning, Monev, and Reporting Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Pulau Baai Edward Manaor Siahaan menerangkan bahwa bidang pendidikan senantiasa menjadi fokus perhatian Pertamina, khususnya dalam situasi yang memerlukan sinergi dari beragam pihak.
"Melalui program TJSL, kami memandang pendidikan sebagai fondasi penting bagi masa depan anak-anak. Karena itu, kami bersemangat mengambil bagian dalam proses pemulihan ini. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat membuat kegiatan belajar lebih nyaman, efektif, dan bermanfaat bagi siswa," ujarnya.
Kitty turut menegaskan bahwa situasi pascakebakaran semestinya tidak menghalangi siswa untuk memperoleh hak pembelajaran yang layak.
"Pemulihan pascakebakaran tentu membutuhkan proses dan kolaborasi dari berbagai pihak. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-citanya. Semoga kehadiran ruang belajar sementara ini dapat membantu para siswa dan guru kembali menjalankan aktivitas pembelajaran dengan nyaman," ujarnya.
Menurut Kitty, peran serta Pertamina di tengah publik tidak semata diwujudkan lewat pengadaan fasilitas, melainkan juga via program yang mendatangkan nilai tambah bagi para penerima manfaat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih dari sekadar sarana. Edukasi mengenai energi dan keselamatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari," sebutnya.
Tidak berhenti pada penyerahan sarana belajar, agenda tersebut turut diisi dengan sosialisasi edukasi energi terkait produk Pertamina serta simulasi keselamatan dari Tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Dalam sesi tersebut, para murid diberikan pemahaman mengenai kewaspadaan atas bahaya api hingga teknik penanganan kebakaran secara aman lewat praktik langsung.
Acara penyerahan ini turut dihadiri jajaran pemangku kepentingan terkait, antara lain Pemerintah Kota Bengkulu, BPBD Kota Bengkulu, Sentra Dharma Guna Bengkulu, serta manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Fuel Terminal Pulau Baai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pertamina Patra Niaga terhadap keberlangsungan pendidikan di SMPN 19 Kota Bengkulu.
"Fasilitas ini sangat penting bagi sekolah dan para siswa, terutama agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik selama masa pemulihan," ujarnya.
Kepala SMPN 19 Kota Bengkulu Lia Anggraini mengatakan bantuan yang diberikan sangat mendukung sekolah menyediakan ruang belajar sementara bagi siswa.
"Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan anak-anak. Semoga semangat belajar siswa terus tumbuh dan mereka tetap bisa belajar dengan nyaman serta meraih prestasi meskipun sekolah masih dalam proses pemulihan," tuturnya.
Melalui program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga turut berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan sekaligus memberikan edukasi energi dan keselamatan bagi generasi muda.