Kemkomdigi Dorong Ekosistem Digital Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemkomdigi Dorong Ekosistem Digital Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdig Edwin Hidayat Abdullah. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mempercepat pengembangan ekosistem digital yang berfungsi menggenjot peluang pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia hingga menyentuh angka 8 persen.

“Strategi kami untuk lima tahun mendatang adalah penguatan pilar pertama yaitu konektivitas,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdig Edwin Hidayat Abdullah saat ditemui di sela acara Bali Annual Telkom International Conference (Batic) 2026 yang berlangsung di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada hari Kamis.

Berdasarkan pemaparannya, Indonesia diprediksi bertransformasi menjadi salah satu pusat perekonomian digital utama dengan estimasi nilai ekonomi mencapai kisaran 130 miliar dolar AS setiap tahunnya.

Ia memaparkan bahwa penguatan sektor konektivitas ini dijalankan lewat pembangunan infrastruktur fisik yang melaju lebih pesat ketimbang tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

Dalam rentang waktu 10 hingga 15 tahun ke belakang, lanjutnya, bidang teknologi komunikasi dan informasi (ICT) konsisten mencatatkan pertumbuhan di angka 8 persen.

Di samping fokus pada konektivitas, ia menyebutkan bahwa pihak pemerintah turut memperkuat permodalan, yang dialokasikan bukan sekadar untuk pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga penyediaan pendanaan bagi perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi.

Poin penguatan ketiga berfokus pada peningkatan kompetensi talenta muda di tanah air serta pelaksanaan program literasi yang masif.

“Kami banyak berinvestasi di bidang pendidikan karena kami butuh lebih dari sembilan juta talenta. Itu sebabnya kami tidak hanya berkolaborasi antar-pemerintah tapi juga perusahaan teknologi dan masyarakat sipil,” ucapnya.

Selanjutnya, pilar penguatan keempat adalah optimalisasi peran pemerintah sebagai katalisator yang bertugas mengakselerasi jalannya ekosistem digital.

“Kami mengatur regulasi bukan untuk mengontrol tapi untuk mengoreksi kegagalan pasar,” ucapnya.

Sementara itu, pilar penguatan kelima menyasar pada kesetaraan pasar melalui pengembangan ekosistem data demi mendongkrak utilisasi transaksi data, sedangkan pilar penguatan pamungkas berfokus pada upaya mendorong tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Ia menambahkan, Indonesia menyimpan potensi yang amat besar, terutama dari sisi target pasar dengan jumlah populasi menyentuh 286 juta jiwa, di mana sekitar 80 persen di antaranya telah terhubung dengan jaringan internet.

Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa masih dibutuhkan kerja keras serta program literasi yang lebih luas agar pemanfaatan teknologi mutakhir, khususnya kecerdasan buatan (AI), dapat dimanfaatkan secara jauh lebih produktif oleh masyarakat luas.

“Sekitar 92 persen pekerja itu sudah familiar menggunakan AI. Hanya saja cuma 15 persen dari mereka yang menggunakannya secara produktif,” ucapnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index