Potensi Besar RI dan Pakistan Pimpin Industri Halal Global Menurut Dubes

Potensi Besar RI dan Pakistan Pimpin Industri Halal Global Menurut Dubes
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri. (Foto: NET)

JAKARTA — Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan Indonesia serta Pakistan mempunyai peluang besar buat menjadi pemimpin di sektor industri halal global.

"Pakistan dan Indonesia kita tidak hanya bisa mempromosikan ekonomi halal di negara kita masing-masing, tapi bersama kita bisa menjadi pemimpin dalam industri halal," ucapnya saat memberikan sambutan pada acara perayaan Hari Kemerdekaan Pakistan di Jakarta, Jumat (14/8) malam.

Berdasarkan keterangan Dubes Chaudhri, Pakistan mempunyai jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa serta Indonesia sekitar 280 juta jiwa, sehingga jika disatukan, kedua negara merepresentasikan lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.

Ia mencatat besaran nilai ekonomi halal global pada masa kini amat tinggi serta mencakup beragam bidang mulai dari sektor makanan halal sampai berbagai layanan halal dengan taksiran nilai mencapai sekitar tujuh triliun dolar AS.

Kenyataan tersebut membuka kesempatan bagi Pakistan dan Indonesia agar tidak cuma membangun industri halal di dalam negeri, melainkan pula memperkokoh kepemimpinan kedua negara pada tingkat global, ujarnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Dubes Chaudhri menyambut positif nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama industri halal yang telah diteken Indonesia serta Pakistan di Islamabad pada tanggal 9 Desember 2025.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi tahapan krusial untuk mempererat ikatan kedua negara sekaligus menstimulasi pengembangan industri halal.

Di sisi lain, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyatakan Pakistan merupakan mitra ekonomi yang krusial bagi Indonesia, khususnya di kawasan Asia Selatan.

Menurutnya, transaksi dagang bilateral Indonesia-Pakistan menyentuh angka sekitar 4,26 miliar dolar AS (sekitar Rp75 triliun) sepanjang tahun 2025 atau meningkat 2,9 persen apabila dibandingkan periode sebelumnya.

Di samping itu, jumlah nilai ekspor Indonesia menuju Pakistan mencapai sekitar 4,11 miliar dolar AS (sekitar Rp73 triliun) serta impor sekitar 153 juta dolar AS (sekitar Rp2,7 triliun).

"Angka-angka tersebut menunjukkan kuatnya kemitraan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan melalui semangat gotong royong," katanya.

Negara Pakistan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-79 pada hari Jumat, semenjak terbentuk sebagai negara merdeka pada 14 Agustus 1947.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index