JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menginstruksikan penduduk supaya mempertinggi kehati-hatian terhadap ancaman kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di tengah risiko El Nino sangat kuat alias El Nino ‘Godzilla’. Raja Juli menyebutkan situasi iklim yang kering berpeluang memperbesar bahaya kebakaran.
Oleh karena itu, penduduk diimbau supaya tidak melakukan tindakan yang bisa memancing timbulnya api, termasuk membakar ataupun menyalakan api dengan asal-asalan.
“Partisipasi masyarakat, Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, agar jangan bermain api,” kata Raja Juli dalam Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di JB Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, kebakaran bisa berawal dari tindakan sepele yang kurang terpantau. Ia memberikan contoh kebakaran yang melanda area Bromo akibat api unggun hingga kebakaran yang dipicu puntung rokok.
“Di Bromo misalkan hanya karena api unggun orang menghangatkan dirinya, tidak terkontrol kemudian terbakar. Di tempat lain hanya karena puntung rokok kemudian terbakar,” ujarnya.
Raja Juli menjelaskan pemerintah sedang memperkuat kesiapan mengantisipasi ancaman karhutla sejalan dengan peringatan BMKG perihal kondisi El Nino yang sangat kuat.
Ia mengingatkan warga serta pemerintah daerah supaya mengambil pelajaran dari peristiwa karhutla pada 2015 yang memberikan dampak masif terhadap aktivitas warga. Ia menjelaskan pada masa tersebut kurang lebih 2,6 juta hektare lahan serta hutan hangus terbakar.
Akibatnya melebar ke bermacam aktivitas, dimulai dari transportasi hingga pendidikan serta kesehatan.
“Dan akhirnya ada 2,6 juta hektar lahan dan hutan yang terbakar, airport tutup, pusat perbelanjaan tutup, sekolah tutup, banyak sekali pasien yang memenuhi rumah sakit karena ISPA,” ujarnya.
Sementara itu untuk mengantisipasi potensi karhutla, pemerintah sudah menyediakan beberapa armada udara guna melaksanakan pemadaman serta operasi penanganan kebakaran.
“Insyaallah pemerintah sekarang sudah mengendalikan segala upaya. Ada helikopter bombing tersebar ada 42 helikopter yang sudah disiapkan, fixed-wing sekitar 5 untuk OMC dan sebagainya,” ucapnya.
Walau begitu, ia mengakui operasi modifikasi cuaca (OMC) menjumpai hambatan karena keadaan atmosfer yang belum menunjang pembentukan awan hujan.
Walaupun demikian, Raja Juli menegaskan pemerintah bakal mengerahkan semua kemampuan untuk mencegah karhutla. Tindakan tersebut dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah.
“Tapi tentu partisipasi masyarakat untuk menjaga agar api tidak, jangan bermain api, itu bisa kami lakukan bersama-sama,” pungkasnya.