Aksi Peduli Lingkungan, Amdatara Tanam 250 Mangrove di Semarang

Aksi Peduli Lingkungan, Amdatara Tanam 250 Mangrove di Semarang
Amdatara Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng [FOTO: NET].

JAKARTA - Perkumpulan Pengusaha Air dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menggelar aksi penanaman sebanyak 250 batang bibit mangrove di kawasan pesisir Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu (22/7/2026). Rangkaian kegiatan pelestarian tersebut dipusatkan pada area pesisir Tugu yang terletak di wilayah Kota Semarang.

"Hari ini Amdatara bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah melaksanakan program penanaman mangrove sebagai upaya membantu pelestarian alam, khususnya restorasi wilayah pesisir," ujar Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo.

Dalam tahap permulaan ini, pihak Amdatara merealisasikan penanaman 250 bibit mangrove. Jumlah tersebut diproyeksikan bakal terus mengalami eskalasi seiring dengan dilakukannya evaluasi secara berkala terhadap tingkat keberhasilan tumbuh kembang tanaman di lapangan.

"Kami berharap jumlah penanaman dapat terus ditingkatkan. DPD Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga akan terus mengawal program ini agar berkelanjutan," ungkapnya.

Karyanto memaparkan lebih lanjut bahwa gerakan pelestarian ekosistem mangrove ini merupakan komponen integral dari strategi keberlanjutan bisnis Amdatara yang menitikberatkan fokus pada pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara menyeluruh mulai dari sektor hulu hingga hilir. 

Pada teritori hulu, pihak Amdatara mengimplementasikan pelbagai program konservasi sumber daya air, mencakup kegiatan penanaman pohon, pembangunan fasilitas sumur resapan, pembuatan lubang biopori, hingga upaya untuk mendongkrak daya serap air hujan ke dalam tanah.

Sementara itu, pada kawasan tengah—khususnya yang bersinggungan langsung dengan area operasional industri para anggota Amdatara—berbagai program sinergi dijalankan bersama kelompok masyarakat serta petani lokal guna memacu penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan serta memperbaiki sistem manajemen pengelolaan sampah.

"Di bagian hilir, salah satu fokus kami adalah melindungi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove agar dapat mengurangi abrasi dan mencegah intrusi air laut yang pada akhirnya juga berdampak terhadap kelestarian sumber daya air," jelas Karyanto.

Inisiatif lingkungan tersebut sekaligus menjadi rangkaian pembuka dari perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) I Amdatara DPD Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang diagendakan berlangsung di Kota Semarang. 

Di samping agenda aksi penyelamatan lingkungan, rangkaian acara selanjutnya meliputi sidang musyawarah daerah guna memilih jajaran pengurus baru, serta penandatanganan naskah nota kesepahaman (MoU) bersama pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait komitmen penerapan industri hijau.

Berdasarkan pandangan Karyanto, bentuk kolaborasi lintas sektor ini merefleksikan bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab serta peran strategis dalam mengawal agenda pembangunan yang berkelanjutan.

"Ini adalah upaya kami untuk terus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Harapannya, langkah kecil ini bisa berkembang sehingga semakin banyak perusahaan anggota Amdatara maupun asosiasi lain yang ikut berpartisipasi dalam restorasi mangrove, khususnya di Jawa Tengah," katanya.

Melalui pelaksanaan rangkaian program tersebut, jajaran Amdatara menaruh harapan besar agar kohesi sinergi di antara kalangan pelaku dunia usaha, institusi pemerintah, serta elemen masyarakat dapat semakin terkonsolidasi demi menjaga kelestarian alam sekaligus menyukseskan implementasi industri hijau di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terjalinnya kerja sama yang harmonis antara pemerintah, sektor korporasi swasta, kalangan perguruan tinggi, serta komunitas dalam misi pemulihan daerah aliran sungai (DAS) lewat penanaman mangrove di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam DLHK Provinsi Jawa Tengah, Puji Harini, mengemukakan bahwa agenda penanaman ini mencerminkan teladan sinergi yang amat positif dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjamin keberlangsungan cadangan sumber daya air.

"Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Amdatara, serta Ikatan Alumni Magister Teknik (Ikamat) Universitas Diponegoro. Kolaborasi seperti ini penting untuk mendukung pemulihan daerah aliran sungai secara menyeluruh," ujar Puji Harini.

Keputusan untuk menetapkan tanaman mangrove sebagai fokus utama penanaman tentu didasari oleh pertimbangan ekologis yang matang. Mangrove memiliki fungsi krusial dalam melindungi kawasan daratan pesisir dari ancaman abrasi gelombang laut serta membentengi wilayah dari bahaya intrusi air laut yang berpotensi merusak baku mutu air di daratan.

Puji menerangkan lebih lanjut bahwa fenomena intrusi air laut dapat memicu penurunan kualitas cadangan air tanah. Kondisi semacam ini tentu menuntut perhatian serius, terkhusus bagi sektor industri yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan air bersih, termasuk di dalamnya perusahaan-perusahaan air minum dalam kemasan yang bernaung di bawah panji Amdatara.

"Fungsi mangrove sangat penting untuk mengurangi intrusi air laut sehingga kualitas air tetap terjaga. Bagi pengelola air atau industri air minum, keberadaan sumber air yang berkualitas menjadi kebutuhan utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat," jelas Puji.

Lebih lanjut, ikhtiar rehabilitasi lingkungan tidak akan berjalan efektif apabila hanya berfokus pada wilayah hilir atau kawasan pesisir saja. Penanganan wajib dieksekusi secara komprehensif dan terpadu mulai dari teritori hulu, area tengah, hingga kawasan hilir agar manajemen pengelolaan daerah aliran sungai mampu mencapai hasil yang optimal.

"Tidak mungkin hanya hilir yang ditangani, sementara bagian hulu dan tengah diabaikan. Pengelolaan DAS harus menjadi satu kesatuan agar hasilnya optimal," tegas Puji.

Sementara itu, Direktur Utama Ikamat, Ganis Riyan Efendi, menuturkan bahwa pihaknya tidak sekadar memfasilitasi aksi penanaman mangrove dalam skala besar bagi instansi atau perusahaan korporasi, melainkan turut membuka akses seluas-luasnya bagi partisipasi individu masyarakat umum yang ingin mengambil bagian.

"Kami juga membantu yang sifatnya pribadi melalui program adopsi mangrove. Bahkan menanam satu hingga maksimal empat bibit pun akan kami bantu," ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index