JAKARTA - Emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), masih mengkalkulasi estimasi perolehan pemasukan yang nantinya bakal diraup dari proyek pengolahan sampah menjadi tenaga listrik (PSEL) Danantara.
General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, memaparkan bahwa korporasi saat ini belum bisa memproyeksikan potensi sumbangsih pendapatan maupun laba bersih dari proyek PSEL tersebut kepada PT CWE secara langsung, mengingat tahap uji kelayakan atau feasibility study (FS) masih akan berjalan.
"Proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, dan kelanjutan proyek PSEL akan bergantung antara lain pada hasil FS yang kemudian akan dikeluarkan final letter of award," kata Erri dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, anak usaha perseroan yaitu PT Chandra Waste Energy (PT CWE) keluar sebagai salah satu dari delapan mitra yang terpilih dalam proyek PSEL yang dilelang oleh Danantara melalui mekanisme tender tahap kedua.
Erri menambahkan, TPIA selalu membuka pintu bagi setiap peluang yang ada guna menjaga pertumbuhan kinerja bisnis perseroan beserta grupnya secara berkelanjutan. Di samping itu, korporasi juga tetap berkomitmen mematuhi seluruh ketentuan regulasi pasar modal yang berlaku dalam setiap langkah aksi korporasinya.
Kendati demikian, di luar kalkulasi finansial tersebut, besaran nilai maupun komitmen investasi final yang menjadi porsi TPIA lewat PT CWE di dalam konsorsium juga belum bisa dipastikan.
PT CWE sendiri bergabung di dalam Konsorsium Masa Depan Energi Indonesia bersama Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. Aliansi ini terpilih menggarap proyek PSEL di kawasan Serang Raya dengan kapasitas pengelolaan sampah mencapai 1.161 ton per hari.
"Peran PT CWE saat ini adalah sebagai anggota konsorsium dalam pelaksanaan FS untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial, finansial, dan pengembangan proyek," kata Erri.