JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada Rabu, 4 Maret 2026, diperkirakan masih berada dalam tekanan.
Setelah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya, indeks komposit belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Tekanan jual yang mendominasi pasar dinilai masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Analisis MNC Sekuritas mencatat dalam riset hariannya bahwa pada perdagangan kemarin indeks komposit melemah 0,96 persen ke level 7.939. Titik tersebut menandai penembusan garis MA200, yang selama ini menjadi salah satu indikator teknikal penting dalam membaca tren jangka menengah hingga panjang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan. “Cermati akan pergerakan IHSG yang masih berada di fase downtrendnya,” dikutip dari riset perusahaan.
Penembusan MA200 kerap dipandang sebagai sinyal pelemahan lanjutan, sehingga pelaku pasar diminta lebih waspada terhadap potensi koreksi berikutnya.
Skenario Wave dan Uji Rentang Support
Dalam analisis teknikalnya, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpeluang membentuk bagian dari wave (b) dari wave [x]. Dengan skenario tersebut, indeks diperkirakan akan menguji rentang 7.686 hingga 7.846 setelah menembus sejumlah area support sebelumnya.
Proyeksi ini mengindikasikan bahwa ruang koreksi masih terbuka. Uji rentang tersebut menjadi titik krusial untuk menentukan apakah IHSG mampu bertahan atau justru melanjutkan pelemahan lebih dalam.
MNC Sekuritas menyebut support pertama IHSG hari ini berada di level 7.861. Jika garis ini ditembus, maka support selanjutnya berada di level 7.712. Kedua level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.
Sebaliknya, apabila IHSG bergerak menguat, maka resistance pertama yang harus ditembus berada di level 8.154. Setelah itu, indeks berpeluang menguji resistance kedua di level 8.306.
Rentang support dan resistance ini memberikan gambaran batas bawah dan atas pergerakan indeks dalam perdagangan hari ini.
Tekanan Pasar dan Strategi Investor
Tekanan yang masih membayangi IHSG membuat investor perlu mencermati momentum secara selektif. Dalam kondisi downtrend, strategi defensif biasanya lebih diutamakan, termasuk memilih saham dengan fundamental kuat atau yang memiliki katalis positif jangka pendek.
Pergerakan indeks yang masih berada dalam tren menurun menjadi pengingat bahwa volatilitas pasar tetap tinggi. Investor jangka pendek cenderung fokus pada level teknikal, sementara investor jangka panjang bisa mempertimbangkan akumulasi bertahap pada saham pilihan.
Penurunan 0,96 persen ke level 7.939 pada perdagangan sebelumnya memperlihatkan bahwa sentimen pasar belum sepenuhnya pulih. Penembusan MA200 juga memperkuat sinyal bahwa tekanan belum mereda.
Karena itu, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam menghadapi perdagangan hari ini.
Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas
Di tengah proyeksi tekanan lanjutan pada IHSG, MNC Sekuritas tetap menjagokan sejumlah emiten untuk dicermati pelaku pasar. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan menarik meski indeks berada dalam tren melemah.
Adapun emiten yang direkomendasikan yakni BRPT, DSNG, MDKA, dan UNTR. Keempat saham tersebut masuk dalam daftar pantauan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini.
Rekomendasi ini menjadi referensi bagi investor yang tetap ingin memanfaatkan peluang di tengah koreksi indeks. Meski pasar secara umum tertekan, pergerakan individual saham tertentu masih dapat memberikan peluang trading.
Dengan mempertimbangkan level support di 7.861 dan 7.712 serta resistance di 8.154 dan 8.306, pelaku pasar memiliki panduan teknikal untuk menentukan langkah. Sementara itu, rekomendasi saham pilihan dapat menjadi alternatif strategi dalam menghadapi volatilitas.
Secara keseluruhan, IHSG pada Rabu, 4 Maret 2026, masih dibayangi potensi pelemahan lanjutan. Tekanan jual yang dominan dan posisi indeks di bawah MA200 memperkuat sinyal downtrend. Namun, peluang tetap terbuka bagi investor yang mampu membaca momentum serta memanfaatkan rekomendasi saham yang dinilai prospektif.