Liga Inggris

Hasil Liga Inggris: Comeback Dramatis Man City di Anfield Benamkan Liverpool

Hasil Liga Inggris: Comeback Dramatis Man City di Anfield Benamkan Liverpool
Hasil Liga Inggris: Comeback Dramatis Man City di Anfield Benamkan Liverpool

JAKARTA - Drama luar biasa tersaji dalam lanjutan pekan ke-25 Liga Inggris 2025/2026. Fokus publik tertuju pada partai klasik di Stadion Anfield yang mempertemukan sang petahana, Manchester City, dengan tuan rumah Liverpool. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam WIB tersebut berakhir dengan cara yang menyakitkan bagi pendukung tuan rumah. Meski sempat memimpin, Liverpool harus rela melihat tim tamu pulang dengan poin penuh setelah aksi heroik di menit-menit akhir.

Kemenangan tipis 2-1 bagi Manchester City ini memberikan dampak signifikan pada peta persaingan gelar juara. Hasil ini membuat City tetap menempel ketat Arsenal di puncak klasemen dengan jarak enam poin, sementara Liverpool harus menelan pil pahit di kandangnya sendiri. Kekalahan ini bukan hanya soal hilangnya poin, melainkan juga terpukulnya mentalitas tim asuhan Arne Slot setelah gagal mempertahankan keunggulan di depan publik sendiri.

Kebuntuan yang Pecah di Tangan Dominik Szoboszlai

Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer Anfield terasa sangat mencekam. Pertandingan di Anfield berlangsung alot dan penuh ketegangan. Kedua tim menunjukkan disiplin taktik yang luar biasa, membuat peluang bersih sangat sulit didapatkan pada babak pertama. Liverpool yang bermain di hadapan publiknya sempat terlihat lebih percaya diri dan mengambil inisiatif serangan lebih awal untuk membongkar pertahanan rapat City.

Setelah melalui perjuangan panjang, Liverpool akhirnya berhasil memecahkan kebuntuan lebih dulu. Momen krusial terjadi pada menit ke-74 melalui skema bola mati. Dominik Szoboszlai mencetak gol indah lewat eksekusi bola mati pada menit ke-74, membuat stadion bergemuruh. Gol tersebut sempat memberikan harapan besar bagi The Reds untuk mengamankan kemenangan penting sekaligus memangkas jarak di klasemen. Namun, euphoria tersebut rupanya menjadi awal dari petaka yang tak terduga.

Mentalitas Juara dan Kebangkitan Erling Haaland

Alih-alih mengendur setelah tertinggal, Manchester City justru menunjukkan mengapa mereka menjadi penguasa Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Manchester City menunjukkan mental juara dengan meningkatkan intensitas serangan di menit-menit akhir. Pep Guardiola menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih menekan dan mengeksploitasi kelelahan fisik lini belakang Liverpool.

Erling Haaland menjadi aktor utama kebangkitan tim tamu. Meski dijaga ketat sepanjang laga, pemain bertubuh jangkung ini tetap mampu memberikan dampak instan. Penyerang asal Norwegia itu mengawali momentum dengan memberikan umpan matang kepada Bernardo Silva yang sukses menyamakan skor pada menit ke-84. Skor 1-1 membuat sisa waktu pertandingan menjadi sangat krusial dan emosional bagi kedua tim.

Drama Penalti di Masa Injury Time

Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir dengan hasil imbang, sebuah drama besar meledak di area kotak penalti Liverpool. Drama belum usai. Pada masa cedera, kesalahan fatal terjadi di lini belakang Liverpool. Sebuah insiden yang tidak perlu melibatkan sang penjaga gawang senior, Alisson Becker, menjadi titik balik kemenangan bagi tim tamu. Kiper Alisson Becker memukul pemain City di area terlarang dan wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.

Keputusan wasit memicu protes dari para pemain Liverpool, namun keputusan tetap tidak berubah. Haaland yang maju sebagai eksekutor melaju dengan tenang, memastikan kemenangan City lewat penalti pada menit 90+3. Gol ini langsung membungkam pendukung tuan rumah dan memastikan tiga poin krusial terbang ke Manchester.

Persaingan Menuju Takhta Liga Inggris

Bagi Manchester City, kemenangan ini adalah napas tambahan untuk terus mengejar Meriam London yang tampil konsisten musim ini. Tambahan tiga poin ini membuat Manchester City tetap berada di posisi kedua klasemen dengan 50 poin dari 25 pertandingan, menjaga jarak dengan Arsenal yang masih memimpin dengan 56 poin. Persaingan antara dua kekuatan besar ini diprediksi akan terus memanas hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.

Di sisi lain, kekalahan ini merupakan kerugian besar bagi Liverpool. Mereka tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga kehilangan momentum penting dalam persaingan papan atas. Kesalahan-kesalahan individual di menit akhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi staf kepelatihan Liverpool agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan-pertandingan besar mendatang.

Kejutan Crystal Palace di Markas Brighton

Selain hiruk-pikuk di Anfield, rangkaian pertandingan Minggu malam juga menyajikan hasil menarik lainnya dari laga antara Brighton and Hove Albion melawan Crystal Palace. Di laga lain yang menutup rangkaian pertandingan Minggu malam, Crystal Palace mencuri kemenangan di markas Brighton and Hove Albion.

Pertandingan tersebut menjadi bukti bangkitnya semangat juang Palace setelah mengalami periode sulit di awal tahun. Gol tunggal Ismaila Sarr pada menit ke-61 mengakhiri puasa kemenangan Palace yang telah berlangsung sejak Desember 2025. Hasil tersebut membawa Palace naik ke papan tengah klasemen, memberikan sedikit ruang napas bagi mereka untuk menjauh dari zona degradasi.

Kemenangan dramatis Manchester City atas Liverpool dan hasil positif Crystal Palace ini menegaskan betapa sulitnya memprediksi hasil akhir di Liga Inggris, di mana drama sering kali baru dimulai tepat saat waktu hampir habis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index