Liga Italia

Dominasi Inter Milan di Mapei: Sassuolo dan Jay Idzes Tak Berdaya

Dominasi Inter Milan di Mapei: Sassuolo dan Jay Idzes Tak Berdaya
Dominasi Inter Milan di Mapei: Sassuolo dan Jay Idzes Tak Berdaya

JAKARRTA - Panggung Liga Italia pekan ke-24 menjadi momen pahit bagi Sassuolo saat menjamu raksasa Milan, Inter Milan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Mapei pada Senin dini hari WIB, tim berjuluk I Neroverdi itu harus mengakui keunggulan telak tim tamu. Sorotan tajam jatuh kepada lini pertahanan tuan rumah, termasuk bek tangguh sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes. Meski tampil penuh sepanjang laga, Idzes dan kawan-kawan gagal membendung gelombang serangan pasukan Simone Inzaghi yang tampil tanpa celah.

Sassuolo yang diperkuat Jay Idzes menelan kekalahan telak 0-5 dari Inter Milan pada pekan ke-24 Liga Italia di Stadion Mapei, Senin (9/2) dini hari WIB. Kekalahan mencolok ini menunjukkan jurang perbedaan kelas yang cukup lebar antara kedua tim pada musim ini. Bagi Inter, kemenangan ini memperkokoh posisi mereka di papan atas, sementara bagi Sassuolo, hasil ini menjadi alarm keras bagi koordinasi lini belakang mereka.

Gempuran Babak Pertama La Beneamata

Sejak peluit pertama dibunyikan, Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan melalui sisi sayap yang dimotori oleh Federico Dimarco. Tak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk mengubah papan skor. Inter membuka keunggulan pada menit ke-11 setelah bek Yann Bisseck menanduk bola dari sepak pojok Federico Dimarco yang tak bisa dihalau kiper Sassuolo, Arjanet Muric.

Gol pembuka tersebut meruntuhkan skema bertahan yang telah disusun Sassuolo. Terus ditekan, gawang Muric kembali bergetar sebelum memasuki menit ke-30. Gol kedua bagi La Beneamata lahir pada menit ke-28 dari umpan mendatar Dimarco yang disambar Marcus Thuram di depan gawang. Koordinasi pertahanan yang buruk membuat Thuram berdiri bebas tanpa pengawalan berarti untuk menceploskan bola.

Sassuolo sebenarnya memiliki secercah harapan untuk memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum. Sassuolo sebenarnya bisa mencetak gol balasan pada menit ke-43. Namun, kegembiraan publik tuan rumah sirna seketika setelah wasit menganulir gol tersebut. Gol Kristian Thorstvedt ini dianulir karena Armand Lauriente lebih dulu offside sebelum gol terjadi. Skor 0-2 pun bertahan hingga jeda antarbabak.

Momen Krusial dan Kesalahan Fatal Jay Idzes

Memasuki paruh kedua, alur pertandingan tidak banyak berubah. Pada babak kedua, Inter semakin dominan. Mereka terus mengeksploitasi celah di lini tengah Sassuolo. Di laga ini, Jay Idzes bermain penuh. Namun, kapten Timnas Indonesia itu membuat satu kesalahan yang berujung bobolnya gawang Sassuolo. Kejadian ini menjadi momen yang sangat disayangkan mengingat peran vital Idzes di jantung pertahanan.

Gol ketiga Inter tercipta lewat aksi sang kapten, Lautaro Martinez. Lautaro Martinez mencetak gol ketiga timnya pada menit ke-50 lewat tendangan voli setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Gol ini bermula dari lemparan jauh Alessandro Bastoni ke kotak penalti. Bola yang coba dihalau Idzes lewat sundulan justru mengarah ke Martinez yang dengan mudah mencetak gol sekaligus mengubah skor menjadi 3-0. Upaya pembersihan bola yang tidak sempurna tersebut harus dibayar mahal oleh timnya.

Kartu Merah Matic dan Penderitaan yang Berlanjut

Kondisi psikologis pemain Sassuolo tampak terguncang setelah gol ketiga tersebut. Hanya berselang tiga menit, gawang mereka kembali bobol. Tiga menit berselang, Manuel Akanji menambah penderitaan Sassuolo yang kali ini berasal dari sundulan Dimarco menyusul sebuah sepak pojok. Defisit empat gol membuat jalannya pertandingan seolah sudah berakhir bagi tuan rumah.

Situasi Sassuolo makin sulit setelah Nemanja Matic diganjar kartu merah pada menit ke-55 akibat memprotes keras wasit. Kehilangan pemain senior di lini tengah membuat keseimbangan tim benar-benar hancur. Bermain dengan 10 orang, lini belakang yang dikomandoi Jay Idzes semakin tertekan. Inter yang unggul jumlah pemain dengan leluasa memainkan bola dan mengatur ritme permainan untuk menguras fisik para pemain Sassuolo.

Gol Penutup Luis Henrique Mengunci Kemenangan

Meskipun sudah unggul jauh, Inter tidak mengendurkan serangan hingga menit-menit akhir. Pertahanan Sassuolo yang sudah kelelahan akhirnya kembali jebol menjelang pertandingan usai. Inter menutup kemenangan besar mereka pada menit ke-89 dengan gol Luis Henrique. Henrique menunjukkan kualitas individu yang mumpuni dengan penyelesaian akhir yang klinis.

Tembakan voli keras yang dilepaskan Henrique dari sisi kanan kotak penalti memastikan kemenangan telak 5-0 Inter atas Sassuolo. Gol tersebut menjadi penutup dari malam yang kelam bagi pendukung I Neroverdi. Kemenangan ini membuktikan betapa mematikannya lini serang Inter Milan musim ini, sementara bagi Jay Idzes, pertandingan ini menjadi pelajaran berharga dalam kariernya di Italia tentang betapa kecilnya ruang untuk kesalahan saat menghadapi tim sekelas Inter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index