Prabowo Ajak Indonesia-Eurasia Segera Terapkan Perdagangan Bebas

Jumat, 04 September 2026 | 05:05:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendesak agar Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU) segera diberlakukan serta dioptimalkan oleh dunia usaha. 

Prabowo meminta negara-negara anggota EAEU untuk mempercepat proses internal masing-masing supaya penerapan kesepakatan tersebut tidak mengalami penundaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato kunci sebagai Tamu Kehormatan Utama di ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). 

Menurut Prabowo, Indonesia bertekad memperluas kerja sama ekonomi dengan menghubungkan kawasan Eurasia dan Asia Tenggara secara jauh lebih erat.

“Indonesia kini mengundang Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk membantu memperluas dividen perdamaian tersebut dengan menghubungkan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara,” ujar Prabowo. 

Ia menjelaskan bahwa salah satu instrumen kunci untuk memperkokoh hubungan ekonomi itu adalah FTA Indonesia-EAEU yang sebelumnya telah resmi ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 lalu.

Perjanjian strategis ini melibatkan Indonesia bersama negara-negara anggota EAEU yang meliputi Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, serta Eurasian Economic Commission. 

Melalui kerangka FTA tersebut, Indonesia dan EAEU berkomitmen untuk menghapus ataupun mengurangi bea masuk untuk 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90% dari keseluruhan komoditas barang yang diperdagangkan.

Prabowo mengungkapkan bahwa pihak Indonesia telah menuntaskan seluruh proses persetujuan parlemen terhadap perjanjian tersebut. 

Bahkan, pada Juli 2026, ia juga telah mengesahkan peraturan presiden mengenai ratifikasinya. Kini, pemerintah Indonesia mendorong agar seluruh tahapan implementasi perjanjian dapat segera diselesaikan secara tuntas.

“Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan,” tegas Prabowo. 

Ia meminta setiap negara anggota EAEU untuk menuntaskan prosedur internal masing-masing supaya manfaat dari FTA tersebut dapat segera dirasakan oleh para pelaku usaha. 

“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar kami dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi bahwa FTA Indonesia-EAEU merupakan bagian integral dari arsitektur perdagangan “South-South”. 

Berdasarkan pandangannya, kesepakatan ini bakal membuka lebar akses bagi para produsen di Indonesia untuk menembus lima pasar negara anggota EAEU. Di sisi lain, para produsen dari kawasan Eurasia pun akan memperoleh kemudahan akses menuju pasar Indonesia yang mencakup lebih dari 290 juta konsumen.

Kendati demikian, Prabowo menilai bahwa keberadaan dokumen perjanjian itu saja belum cukup. Kesepakatan tersebut harus segera diwujudkan ke dalam bentuk aktivitas perdagangan nyata. 

Oleh karena itu, delegasi bisnis Indonesia yang hadir di Vladivostok telah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan penting guna merealisasikan transaksi perdagangan sesungguhnya.

“Delegasi bisnis Indonesia hadir hari ini untuk menyelesaikan pengiriman perdana, menetapkan pembeli, memastikan logistik, dan menyelesaikan pengaturan pembayaran yang sesuai dengan ketentuan sehingga dapat memanfaatkan FTA ini,” ungkapnya.

Prabowo turut mengingatkan pentingnya kesiapan dunia usaha sebelum jadwal penurunan atau penghapusan tarif resmi diberlakukan. 

“Saya menginginkan ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontrak sudah tersedia,” kata Prabowo. 

Menurutnya, ajang Eastern Economic Forum tidak boleh sekadar berhenti sebagai ruang diskusi konseptual mengenai kerja sama ekonomi, melainkan harus mampu menghasilkan transaksi serta implementasi yang konkret dari setiap kesepakatan perdagangan. 

“Forum ini harus menjadi pasar bagi perjanjian tersebut,” tegas Prabowo.

Terkini

BTPN Syariah Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jumat, 04 September 2026 | 05:47:32 WIB

BTN Rombak Lima Posisi Direksi, Nixon Tetap Jabat Dirut

Jumat, 04 September 2026 | 05:46:02 WIB

Bank Mandiri (BMRI) Bagikan Dividen Interim Rp 6,16 Triliun

Jumat, 04 September 2026 | 05:44:31 WIB

Rasio NPF BRI Finance Turun Menjadi 1,82% per Juli 2026

Jumat, 04 September 2026 | 05:43:01 WIB

Kinerja Bank Mandiri Solid Didukung Pertumbuhan Transaksi

Jumat, 04 September 2026 | 05:41:32 WIB