Tiga Negara Ini Kuasai 52,69 Persen Impor Nonmigas RI Hingga Juli

Selasa, 01 September 2026 | 04:38:32 WIB
Ilustrasi Petugas di sekitar lokasi bongkar muat kontainer dari kapal di pelabuhan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kawasan Cina, Jepang, serta Australia tercatat sebagai tiga negara pemasok utama impor nonmigas bagi Indonesia sepanjang kurun waktu Januari hingga Juli 2026. Akumulasi nilai impor nonmigas dari ketiga negara tersebut berhasil menyentuh angka US$72,47 miliar atau setara dengan porsi 52,69 persen dari total keseluruhan impor nonmigas Indonesia yang mencapai US$137,56 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memaparkan bahwa Cina memegang posisi puncak sebagai negara asal impor nonmigas terbesar dengan perolehan nilai mencapai US$58,29 miliar pada periode Januari–Juli 2026.

“Impor nonmigas dari Cina mencapai US$58,29 miliar pada Januari hingga Juli 2026. Nilai tersebut terutama didominasi oleh impor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Lebih lanjut, volume impor kelompok komoditas mesin beserta perlengkapan elektrik (HS 85) yang didatangkan dari Cina menorehkan angka US$12,81 miliar atau mencakup proporsi 21,98 persen dari total keseluruhan nilai impor nonmigas Indonesia yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut. Secara basis kumulatif, nilainya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 28,86 persen apabila dibandingkan dengan rentang waktu yang serupa tahun lalu.

Komoditas mesin, peralatan mekanis, beserta bagian-bagiannya (HS 84) mengekor di urutan kedua sebagai jenis barang impor terbesar dari Cina dengan nilai sebesar US$12,65 miliar atau berkontribusi sebesar 21,70 persen. Perolehan nilai impor komoditas tersebut tumbuh sebesar 13,48 persen secara kumulatif.

Sementara itu, untuk pos komoditas plastik beserta barang-barang olahan dari plastik (HS 39) yang diimpor dari Cina tercatat menyentuh angka US$3,48 miliar. Meskipun porsi kontribusinya hanya menyumbang 5,97 persen terhadap total keseluruhan impor nonmigas dari Cina, nilai komoditas tersebut justru meroket dengan pertumbuhan mencapai 56,95 persen secara kumulatif.

Bergeser ke posisi kedua, Jepang mengamankan tempat sebagai negara asal impor nonmigas terbesar bagi Indonesia dengan mengantongi nilai transaksi sebesar US$7,71 miliar.

Arus impor yang masuk dari negara tersebut mayoritas disumbangkan oleh produk mesin, peralatan mekanis, beserta suku cadangnya (HS 84) dengan nilai transaksi senilai US$1,57 miliar.

Di samping itu, Indonesia turut mendatangkan produk kendaraan bermotor beserta komponennya dari Jepang dengan nilai US$0,99 miliar, serta komoditas besi dan baja senilai US$0,95 miliar.

Kendati demikian, kinerja nilai impor untuk ketiga kelompok komoditas utama dari Jepang tersebut terpantau mengalami koreksi kontraksi. Tercatat impor mesin dan peralatan mekanis merosot 15,39 persen, sektor kendaraan beserta bagiannya amblas 27,42 persen, sedangkan komoditas besi dan baja mengalami penurunan 18,41 persen secara kumulatif.

Sementara itu, Australia menempati peringkat ketiga dengan catatan nilai impor nonmigas sebesar US$6,47 miliar. Berbeda karakteristik dari Cina dan Jepang, jenis komoditas dengan porsi nilai impor terbesar yang didatangkan dari Australia justru didominasi oleh kelompok logam mulia, perhiasan, maupun permata dengan nilai sebesar US$1,50 miliar.

Komoditas berharga tersebut memegang andil sebesar 23,15 persen terhadap total keseluruhan impor nonmigas dari Australia sekaligus sukses menorehkan lonjakan pertumbuhan fantastis hingga 202,81 persen secara kumulatif.

Di sisi lain, volume impor komoditas serealia (HS 10) dari Australia tercatat mencapai US$0,77 miliar, sementara sektor bahan bakar mineral (HS 27) membukukan angka sebesar US$0,73 miliar.

Apabila dikomparasikan secara kumulatif, nilai impor untuk kedua komoditas terakhir tersebut masing-masing mengalami koreksi kontraksi sebesar 7,71 persen dan 4,28 persen.

Terkini

Hrgovic Sebut Moses Itauma Masih Bertarung Seperti Amatir

Selasa, 01 September 2026 | 06:10:01 WIB

Jonatan Bidik Poin WTF Lewat Kemenangan di China Masters

Selasa, 01 September 2026 | 06:08:31 WIB

Peralta Rendah Hati Usai Bawa Persib Lolos ke ACL Two 2026/27

Selasa, 01 September 2026 | 06:07:01 WIB