Tangani Karhutla, Kementerian PU Kirim Dukungan Air di Kalimantan-Jambi

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35:34 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Jambi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kian mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kalimantan serta Provinsi Jambi.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwasanya Kementerian PU menggembleng kesiapsiagaan dalam mengantisipasi ancaman karhutla dan kekeringan melalui sinergi lintas sektor maupun pengoptimalan sarana infrastruktur dan sumber daya yang ada.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Dody di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Kementerian PU terus mengokohkan langkah penanggulangan karhutla di tengah gelombang musim kemarau dan kekeringan di bermacam daerah. Bantuan berupa pasokan air hingga fasilitas pendukung dikucurkan ke Kabupaten Berau (Kalimantan Timur), Kota Palangka Raya (Kalimantan Tengah), dan Kabupaten Batanghari (Jambi).

Di kawasan Kabupaten Berau, Kementerian PU lewat Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V yang bersinergi dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara menyokong pemadaman titik api di Kecamatan Sambaliung.

Bantuan penanganan tersebut diarahkan ke area Sei Bebanir Bangun, RT 13, Jalan Poros Bangun, hingga Limunjan, Sungai Buntu. Estimasi cakupan lahan yang dilahap si jago merah diperkirakan mencapai 0,5 hektare pada titik pertama serta 2 hektare pada titik kedua, dengan hamparan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan.

Kementerian PU menggerakkan unit kendaraan operasional untuk memasok kebutuhan air sekaligus menjalankan pemadaman bersama BPBD Kabupaten Berau, Manggala Agni, Damkarmat, TNI, Polres Berau, Berau Coal, PMI, KPHP, hingga elemen masyarakat.

Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 18.30 Wita dan nantinya bakal disesuaikan menurut kebutuhan teknis hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Berau.

Sedangkan di wilayah Kota Palangka Raya, BWS Kalimantan II turut membantu operasi pemadaman karhutla di Jalan Nyalun Menteng, Kecamatan Jekan Raya, yang diproyeksikan meluas hingga sekitar 7,23 hektare.

BWS Kalimantan II menerjunkan personel beserta satu unit armada mobil tangki bervolume 4.000 liter guna menyuplai air bagi armada pemadam kebakaran. Pasokan air dialirkan dari Perumdam Tirta Bahalap Palangka Raya yang digunakan untuk pengisian ulang armada agar proses pemadaman dapat berjalan berkesinambungan.

Cuaca terik, kepungan kabut asap, dan kondisi vegetasi yang mengering meningkatkan risiko penyebaran api. Berkat aksi penanganan terpadu, kobaran api berhasil diredam serta dilokalisasi sehingga tidak meluas.

Di samping itu, Kementerian PU melalui BWS Sumatera VI turut menyokong penanggulangan karhutla di area Tahura Senami/Sultan Thaha Saifuddin, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Pada operasi pemadaman beserta pendinginan tersebut, BWS Sumatera VI berkolaborasi dengan Manggala Agni, TNI Koramil 04 Muara Bulian, Polsek Muara Bulian, Satgas Karhutla Provinsi Posko 6 Tahura, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta BPBD Kabupaten Batanghari.

BWS Sumatera VI mengoperasikan satu unit dump truck, dua unit pompa robin, dua jalur selang pemadam, dua selang hisap, serta tiga unit tangki air portabel berkapasitas total 3.000 liter. Keandalan pasokan air dijaga ketat melalui pengisian ulang kontinu dari sumber air terdekat.

Bukan sekadar menyokong operasi teknis di lapangan, BWS Sumatera VI juga mengeksekusi pemboran sumur air tanah pada dua titik lokasi demi menambah cadangan pasokan air, utamanya sewaktu ketersediaan air permukaan kian terbatas akibat dampak musim kemarau.

Secara keseluruhan, jalannya operasi turut ditopang satu unit kendaraan angkut Manggala Agni Daops Sumatera X Muara Bulian, tiga unit mobil tangki yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter dari DLH, Manggala Agni, dan BPBD, empat set perangkat pemadaman, peralatan pemadam manual, hingga satu unit GPS.

Terkini