JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga sukses mengamankan penghargaan Impact Commitment Awards pada ajang Investortrust CSR Awards 2026 sebagai wujud apresiasi atas aksi cepat tanggap perusahaan saat bencana alam terjadi di berbagai daerah Nusantara.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, lewat keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa ragam program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) mencakup penguatan ekonomi, peningkatan kapasitas, hingga sokongan bagi warga yang terdampak musibah.
"Setiap program dijalankan agar manfaatnya dapat dirasakan dan terus berlanjut," ujarnya saat hadir mewakili perusahaan menerima penghargaan tersebut di Jakarta, Kamis (27/6/2026).
Menurutnya, penghargaan ini berfungsi sebagai pemacu motivasi bagi Pertamina Patra Niaga.
"Kami selalu berkomitmen untuk menjadi salah satu perusahaan di bawah Pertamina Group yang bergerak di bidang energi dan juga berkomitmen dalam penerapan CSR, khususnya di Indonesia," katanya.
Roberth menambahkan bahwa bentuk uluran tangan Pertamina Patra Niaga bagi warga sewaktu menghadapi musibah meliputi pemenuhan pasokan pokok hingga bantuan pemulihan korban.
"Saat bencana di Sumatera bagian utara, kami tidak hanya memberikan bantuan dari sisi energi, tapi juga membantu kebutuhan dasar masyarakat setempat, pengobatan, sembako, dan lainnya. Hal yang sama kami lakukan saat bencana gempa di NTT, termasuk memberikan psychological first aid kepada masyarakat terdampak yang sebelumnya dikenal dengan trauma healing," tambahnya.
Ketika bencana gempa di NTT melanda, regu Pertamina Patra Niaga bahkan menembus wilayah terpencil Manggarai Timur di Dusun Watu Hedok.
Di sisi lain, pada penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta Sumatera, bantuan berupa masker, alat pemadam, air bersih, vitamin, serta paket kesehatan diberikan kepada warga terdampak beserta para relawan.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Investortrust sekaligus penyelenggara CSR Awards, Primus Dorimulu, memaparkan bahwa penentuan pemenang menitikberatkan pada kemaslahatan nyata (proof of impact) sebagai indikator utama penilaian CSR korporasi.
"Bukan lagi banyaknya program yang dilakukan atau berapa besar dana yang dikeluarkan, melainkan perubahan nyata yang dihasilkan, siapa yang memperoleh manfaat, seberapa besar dampaknya, bagaimana dampak itu dibuktikan, dan apakah perubahan tersebut dapat bertahan," ujarnya.