Cerita Fabregas Pantau Timnas Indonesia U-23 di Qatar, Semua Gagal Lolos Standar Como 1907

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:48:00 WIB

LITERASIKEUANGAN.COM — Momen itu terjadi saat Timnas Indonesia U-23 berhadapan dengan Irak dalam perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Qatar, tepatnya pada 2 Mei 2024. Informasi ini diungkapkan langsung oleh legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, dalam podcast Ruang Bola.

Menurut Kurniawan, kehadiran Fabregas di stadion bukan sekadar menonton. Mantan kapten Arsenal dan Barcelona itu datang dengan misi khusus untuk mencari talenta potensial dari kawasan Asia untuk memperkuat Como 1907.

Standar Ketat Fabregas di Como 1907

"Waktu itu Fabregas pernah memantau pertandingan kita U-23 ketika Indonesia lawan Irak," ujar Kurniawan. "Karena mereka mau kalau enggak salah mau lihatlah pemain Indonesia."

Namun, proses scouting yang berjalan intensif tersebut tidak membuahkan hasil bagi skuad asuhan Shin Tae-yong. Kurniawan menegaskan bahwa secara keseluruhan, performa para pemain Indonesia kala itu belum mampu memenuhi ekspektasi taktis yang diinginkan oleh pelatih asal Spanyol tersebut.

"Tetapi akhirnya enggak ada pemain Indonesia yang sesuai dengan filosofinya Fabregas," tegas Kurniawan dalam podcast tersebut.

Ali Jasim yang Lolos dan Direkrut ke Italia

Menariknya, dari pertandingan yang sama, Como 1907 justru menemukan apa yang mereka cari. Penampilan gemilang pemain sayap Irak, Ali Jasim, berhasil mencuri perhatian tim scout yang hadir di Qatar.

"Waktu itu akhirnya mereka ngambil Ali Jasim. Pemain dari Irak," pungkas Kurniawan.

Keputusan ini terbilang logis. Pada laga tersebut, Irak berhasil mengalahkan Indonesia dengan skor 2-1 setelah melalui babak tambahan waktu. Ali Jasim menjadi salah satu motor serangan yang merepotkan pertahanan Garuda Muda sepanjang pertandingan.

Kisah ini menjadi catatan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Meski tampil impresif hingga babak semifinal di ajang bergengsi Asia, standar klub Eropa seperti Como 1907 yang notabene baru promosi ke Serie A, ternyata masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengembangan talenta muda Indonesia.

Terkini