SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul Mesin Pertama di Asia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:26:02 WIB
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan Fasilitas Overhaul dan Pembangunan Engine Solar Turbines Taurus™ 60 Single Shaft pertama di Asia guna memberikan dukungan bagi sektor industri hulu migas.

"Kami berharap fasilitas ini juga dapat menjadi salah satu center of excellence untuk perawatan engine Solar Turbines di kawasan Asia," ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Saat ini, jumlah populasi engine Solar Turbines di Indonesia tercatat melebihi 580 unit, di mana sekitar 75 persen dari total tersebut beroperasi langsung di dalam sektor hulu minyak dan gas bumi.

Melalui jumlah tersebut, tipe Taurus 60 menyumbang sekitar 15 persen dari keseluruhan populasi engine Solar Turbines dalam sektor hulu migas, sehingga membuat fasilitas baru yang diresmikan ini memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus ketahanan rantai pasok hulu migas nasional.

Di samping memberikan manfaat operasional bagi para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), keberadaan fasilitas ini turut diproyeksikan mampu menghadirkan manfaat finansial lewat efisiensi biaya overhaul, logistik, serta durasi pengerjaan.

Dari sudut pandang nasional, perluasan kapabilitas Taurus-60 di dalam negeri ikut serta memperkuat program peningkatan kapasitas nasional.

“Sehingga nantinya, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan keahlian kepada pasar regional,” kata Djoko.

Kehadiran fasilitas ini diyakini mampu menekan ketergantungan terhadap fasilitas overhaul di luar negeri, memperkokoh ketahanan rantai pasok domestik, serta membuka peluang lebih luas bagi proses transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Lebih lanjut, keberadaan fasilitas tersebut juga bakal menghadirkan multiplier effect yang jauh lebih luas secara nasional, mulai dari berkembangnya aktivitas industri penunjang, peningkatan penyerapan tenaga kerja beserta jasa lokal, hingga terbukanya kesempatan dalam mengembangkan kapabilitas industri dalam negeri.

Terkini