Dorong Bangunan Tahan Gempa, PII Ajak Insinyur Bantu Warga NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:20:01 WIB
bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) secara aktif memberikan dorongan kepada seluruh insinyur di Tanah Air agar turut serta membantu masyarakat luas serta jajaran pemerintah daerah dalam merancang perencanaan bangunan yang tahan terhadap gempa, menyusul insiden bencana gempa bumi yang baru saja melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Persatuan Insinyur Indonesia mendorong para insinyur membantu secara profesional terhadap warga dan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem perancangan bangunan yang tahan gempa sehingga akan mengurangi risiko akibat keruntuhan bangunan bila gempa bumi terjadi," kata Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Sementara itu, Ketua Divisi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan PII Wayan Sengara menyampaikan pandangannya bahwa peristiwa gempa di NTT ini sudah sepatutnya dijadikan sebagai bahan evaluasi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat sistem ketahanan bangunan serta infrastruktur di berbagai daerah Indonesia.

Menurut pandangannya, evaluasi menyeluruh tersebut sangat perlu untuk dilakukan mengingat faktor kerusakan struktur bangunan akibat guncangan gempa sering kali menjadi pemicu utama timbulnya korban jiwa maupun luka-luka.

"Kami perlu belajar kembali bagaimana ilmu dan teknologi mitigasi bencana gempa untuk cepat diserap dan diaplikasikan dengan penguatan kapasitas pada segala aspek terkait," kata Ilham.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa berbagai aspek penting seperti riset rekayasa kegempaan, pengembangan riset infrastruktur tahan gempa, pembaruan berkala peta zona gempa, penyempurnaan regulasi serta standar bangunan, hingga proses diseminasi rancangan bangunan tahan gempa harus terus diperkuat secara berkesinambungan.

Ia juga menekankan bahwa aspek kontrol, pengetatan regulasi izin mendirikan bangunan, serta pengawasan ketat terhadap proses pembangunannya juga menjadi poin krusial yang wajib ditingkatkan.

Sebelumnya, peristiwa gempa bumi dengan kekuatan magnitudo tinggi mengguncang wilayah NTT pada tanggal 15 Agustus 2026 yang lalu.

Tepat pada 16 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto melalui akun resmi Instagram pribadinya di @prabowo, turut menyampaikan tanggapan serta empati mendalam atas musibah bencana tersebut.

"Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kami di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi," kata Prabowo dalam takarir unggahannya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa sebanyak 50.000 paket bantuan sembako telah diberangkatkan secara langsung oleh pihak pemerintah menuju ke daerah-daerah yang terdampak bencana sejak tanggal 15 Agustus 2026.

"Saya juga telah meminta jajaran terkait (Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, BNPB, Basarnas, beserta tim Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom) untuk hadir langsung di lapangan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pihak pemerintah akan terus mengerahkan seluruh upaya terbaiknya guna mempercepat proses pemulihan situasi dan kondisi di wilayah NTT.

Terkini